Direktur Utama BP Jamsostek Agus Susanto. Foto: Medcom.id/Husen Miftahudin.
Direktur Utama BP Jamsostek Agus Susanto. Foto: Medcom.id/Husen Miftahudin.

BP Jamsostek Naikkan Bantuan Beasiswa Jadi Rp174 Juta

Ekonomi bpjs ketenagakerjaan
Husen Miftahudin • 14 Januari 2020 13:04
Jakarta: Bantuan beasiswa pada manfaat program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan atau BP Jamsostek mengalami kenaikan signifikan.
 
Sebelumnya, bantuan beasiswa diberikan sebesar Rp12 juta untuk satu orang anak. Saat ini menjadi maksimal sebesar Rp174 juta untuk dua orang anak.
 
Beasiswa akan diberikan sejak taman kanak-kanak (TK) hingga anak pekerja lulus dari bangku kuliah. Ada beberapa tingkatan pemberian beasiswa kepada anak pekerja.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pertama, pendidikan TK sampai dengan SD atau sederajat sebesar Rp1,5 juta per tahun untuk setiap orang, dengan menyelesaikan pendidikan maksimal delapan tahun.
 
Kedua, pendidikan SLTP atau sederajat sebesar Rp2 juta per orang setiap tahun dengan menyelesaikan pendidikan maksimal tiga tahun.
 
Ketiga, pendidikan SLTA atau sederajat sebesar Rp3 juta per tahun, dengan menyelesaikan pendidikan maksimal tiga tahun.
 
Keempat, pendidikan tinggi maksimal Strata 1 atau pelatihan sebesar Rp12 juta per tahun dengan menyelesaikan pendidikan maksimal lima tahun.
 
"Dengan ini, pendidikan anak lebih terjamin dengan adanya pemberian beasiswa yang diberikan sesuai jenjang pendidikan dengan besaran nominal yang lebih tinggi," urai Direktur Utama BP Jamsostek Agus Susanto di Hotel Bidakara, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Selasa, 14 Januari 2020.
 
Pengajuan klaim beasiswa dilakukan setiap tahun, dan bagi anak dari peserta yang belum memasuki usia sekolah sampai dengan sekolah di tingkat dasar, saat peserta meninggal dunia atau cacat total, beasiswa akan diberikan pada saat anak memasuki usia sekolah.
 
"Pemberian beasiswa berakhir pada saat anak peserta mencapai usia 23 tahun, menikah, atau bekerja. Dengan begitu tidak ada lagi anak-anak putus sekolah akibat orangtuanya meninggal atau cacat total akibat kecelakaan kerja," pungkas Agus.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif