Ilustrasi. FOTO: AFP PHOTO/Bay ISMOYO.
Ilustrasi. FOTO: AFP PHOTO/Bay ISMOYO.

Investasi BP Jamsostek 2019 Meleset dari Target

Ekonomi bpjs ketenagakerjaan
Husen Miftahudin • 14 Januari 2020 16:22
Jakarta: Hasil investasi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan atau BP Jamsostek lagi-lagi tak sesuai target. Pada 2019, hasil investasi dari dana kelolaan BP Jamsostek sebanyak Rp431 triliun diperkirakan hanya sebesar Rp30 triliun.
 
Direktur Pengembangan Investasi BP Jamsostek Amran Nasution mengakui ramalan hasil investasi itu tak sesuai target yang ditetapkan. Adapun BP Jamsostek menargetkan hasil investasi dana pengelolaan sebanyak Rp36 triliun untuk 2019.
 
"Total dana investasi kita tutup tahun tapi belum KAP (audit Kantor Akuntan Publik) itu Rp431 triliun per Desember 2019. Realisasi hasilnya sudah keluar tapi masih bergerak, insyaallah Rp30 triliun," ujar Amran usai sosialisasi SIAPP82 di Hotel Bidakara, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Selasa, 14 Januari 2020.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurutnya, hasil investasi yang tak sesuai target lantaran terjadinya gejolak pada kondisi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Asumsi indeks saham pada saat penetapan target berada pada posisi 7.300, sayangnya pada saat penutupan perdagangan 2019 hanya di level 6.999.
 
BP Jamsostek berupaya untuk mengalihkan aset investasinya ke portofolio obligasi dan deposito sejak 2018 lalu. Langkah ini dilakukan karena aset investasi pada saham tak mengalami pertumbuhan menguntungkan.
 
"Kalau 2020 kita lihat (shifting saham ke fixed income), mungkin saya shifting. Mungkin (porsi investasi saham BP Jamsostek) di bawah (18 persen), saya mau mencoba lihat. Saya enggak bisa memprediksikan," ungkap Amran.
 
Adapun alokasi aset dana kelolaan BP Jamsostek untuk portofolio saham pada 2019 sebesar 18 persen. Mayoritasnya ditempatkan di portofolio obligasi, jumlahnya sebesar 62 persen. Sementara deposito sebanyak 10 persen.
 
Di samping itu, Amran memastikan aset investasi dana kelolaan BP Jamsostek ditempatkan pada aset-aset yang berkinerja baik. Utamanya pada saham dan reksa dana.
 
"Kita tidak ada satu pun aset manajemen di dalam reksa dana yang di-black list oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan) yang 11 diumumkan itu. Itu kita tidak ada satu pun kita masuk ke situ," tutup Amran.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif