Marketing Director LinkAja Edward Kilian Suwignyo (Foto:Medcom.id/Gervin Nathaniel Purba)
Marketing Director LinkAja Edward Kilian Suwignyo (Foto:Medcom.id/Gervin Nathaniel Purba)

Hal yang Memicu Masyarakat Gunakan Pembayaran Digital

Ekonomi Ipsos Indonesia
Gervin Nathaniel Purba • 16 Januari 2020 18:55
Jakarta: Transaksi keuangan dengan pembayaran digital telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Masyarakat mampu beradaptasi terhadap perubahan pola pembayaran yang tidak lagi menggunakan uang tunai.
 
LinkAja menyoroti pola masyarakat yang kini beralih menggunakan transaksi digital. Melihat perubahan tren tersebut bisa disimpulkan bahwa masyarakat saat ini sudah memahami manfaat yang diperoleh dari transaksi digital.
 
"Ketika masyarakat sadar ada value (nilai) itu, hal ini menjadi penting dan bisa membawa perubahan permanen ke depan," ujar Marketing Director LinkAja Edward Kilian Suwignyo, ditemui di Hotel Pullman Central Park, Jakarta Barat, Rabu, 15 Januari 2020.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Edward menjelaskan ada dua hal yang memotivasi seseorang beralih dari tunai menjadi menggunakan transaksi digital.
 
Pertama, pilihan alternatif. Konsumen melihatnya sebagai kebutuhan jangka pendek. Konsumen menggunakan transaksi digital karena tergiur promo. Misalnya, potongan harga dan cashback.
 
Kedua, transaksi digital relatif aman sehingga menjadi sebuah solusi. "Sebagai solusi, mereka sudah menemukan value yang mereka dapat ketika bertransaksi digital. Kalau mereka berbicara soal murah, justru kami agak khawatir," kata Edward menjelaskan.
 
Dalam riset yang dirilis Ipsos Indonesia, LinkAja masuk dalam lima besar aplikasi dompet elektronik yang sering digunakan dalam bertransaksi. Posisi peringkat LinkAja berada di bawah DANA.
 
"Sebagai pemain, kami memberikan kontribusi untuk kemajuan negara," ujar Edward.
 
Sementara itu, pengamat ekonomi Yustinus Prastowo menilai diperlukan kolaborasi antara perbankan, fintech, serta pemerintah untuk membentuk suatu ekosistem baru. Kolaborasi tersebut sejalan dengan semangat pemerintah untuk memperluas pemerataan cashless society di seluruh Indonesia.
 
"Hal ini menjadi menarik dan penting bagi pelaku bisnis dan pemerintah agar semuanya terlibat. Hal ini bisa mendorong pemerintah untuk membuat kebijakan yang tepat," kata Yustinus.
 

(ROS)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif