Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengajak masyarakat jaga kestabilan pangan. Foto: Dok. Kementan
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengajak masyarakat jaga kestabilan pangan. Foto: Dok. Kementan

Mentan Ajak Masyarakat Jaga Kestabilan Pangan di Masa Depan

Ekonomi
Nia Deviyana • 10 November 2019 15:50
Jakarta: Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengajak masyarakat untuk menghindari food loss dan food waste sebagai strategi menjaga kestabilan pangan di masa depan.
 
Adapun food loss mengacu pada hilangnya sejumlah pangan antara rantai pasok produsen dan pasar. Permasalahan food loss bisa diakibatkan oleh proses pra panen. Misalnya produk pangan tidak sesuai dengan mutu yang diinginkan pasar. Sementara food waste, mengacu pada makanan yang dibuang. Padahal, makanan tersebut masih aman dan bergizi untuk dikonsumsi.
 
"Masyarakat terutama generasi milenial harus betul-betul memahami soal bagaimana proses pangan itu hingga tersaji di meja makan, banyaknya pembuangan makanan disebabkan perilaku masyarakat yang masih kurang bijak dalam hal makanan. Makan bijak itu lebih dari sekedar makan sehat," ungkap Syahrul melalui keterangan resminya, Minggu, 10 November 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Adapun mengenai food loss dan food waste merupakan dua hal yang berbeda. Namun, apabila keduanya dapat dikurangi dapat membantu mencapai Sustainable Development Goals (SGDs) khususnya dalam menanggulangi kelaparan serta konsumsi dan produksi bertanggung jawab.
 
Selain memberi edukasi agar bijak memperlakukan makanan, Syahrul meminta masyarakat untuk menjaga pola makan sehat. Menurut dia, beberapa dekade terakhir mayoritas penduduk dunia secara dramatis mengubah pola pangan dan kebiasaan makannya.
 
Di Indonesia, konsumsi makanan dan minuman siap santap meningkat setiap tahun, dan saat ini menyumbang 28 persen dari semua kalori yang di konsumsi oleh penduduk perkotaan. Namun, masalah itu bukan hanya menjadi pekerjaan rumah pemerintah untuk menggencarkan edukasi, tetapi masyarakat sendiri juga mesti berkomitmen untuk memperbaiki pola hidup.
 
"Masalah pangan itu bukan hanya masalah pemerintah, tetapi masalah kita semua. Jadi pada kesempatan ini saya mengajak semua masyarakat terutama para generasi milenial untuk ikut mencari, yuk kita sama-sama cari solusi, untuk Indonesia yang lebih baik," imbuhnya.
 
Syahrul berharap semangat untuk mensukseskan penganekaragaman pangan dan pola makan sehat menjalar ke seluruh wilayah Indonesia. Dengan demikian, pembangunan ketahanan pangan yang berlandaskan pola pangan sehat untuk generasi muda yang hebat dapat diwujudkan guna mendukung cita-cita pembangunan nasional.
 
Di kesempatan yang sama, Perwakilan Food and Agriculture Organization (FAO) untuk Indonesia dan Timor Leste, Stephen Rudgard mengatakan dalam mewujudkan pola makan yang sehat dibutuhkan komitmen dan tindakan global yang lebih besar.
 
"Setiap orang memiliki peran dalam menghapus kelaparan dan kekurangan gizi. Meningkatkan kualitas makanan jalanan adalah elemen utama dari tantangan itu. Pemerintah dan masyakarat Indonesia perlu bekerja sama untuk memastikan bahwa makanan sehat dan bergizi mudah untuk diakses dengan harga yang terjangkau untuk semua orang," jelas Rudgard.
 

(DEV)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif