Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita. (Foto: Medcom.id/Annisa Ayu)
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita. (Foto: Medcom.id/Annisa Ayu)

Strategi Menciptakan Ekosistem Online di Pasar Tradisional

Ekonomi kementerian perdagangan pasar tradisional
Nia Deviyana • 13 Maret 2019 09:33
Banten: Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita siap menjalankan arahan Presiden Joko Widodo untuk menyediakan ekosistem online di pasar tradisional. Dia mengatakan sudah menyiapkan beberapa langkah, salah satunya membuat aplikasi daftar harga pangan yang bisa diakses masyarakat.
 
"Aplikasi ini pertama kali diterapkan di oleh Wali Kota Pontianak. Keuntungannya masyarakat jadi bisa memilih mau belanja cabai rawit, minyak, beras, atau gula di pasar yang mana, dan di toko mana yang termurah," kata Enggar di ICE BSD, Tangerang Selatan, Banten, Selasa, 12 Maret 2019.
 
Kemudian, Kementerian Perdagangan (Kemendag) juga sudah melakukan sosialisasi kepada penjual untuk bisa mengelola pasar dengan baik, salah satunya dengan cara mengombinasikan penjualan offline dengan online.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sejauh ini penciptaan ekosistem online, tambah Enggar, masih dominan dilakukan pembeli dan penjual melalui aplikasi WhatsApp. Ke depan, Enggar berencana menggandeng startup agar harga di semua pasar bisa dipantau sehingga monopoli perdagangan bisa dicegah.
 
Baca juga: Jokowi Minta Pasar Tradisional Dibuat Berbasis Online
 
Sebelumnya, Jokowi meminta Kemendag menyiapkan ekosistem online pada pasar-pasar tradisional. Jika tidak, Jokowi khawatir pasar tradisional akan kalah bersaing dengan toko-toko yang berjualan di marketplace.
 
"Saya minta Kemendag memperbaiki sistem offline di pasar-pasar, tetapi juga membangun sistem online sehingga pasar kita punya marketplace, punya platform untuk menyiapkan diri di era digital," ujar Jokowi saat membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Investasi 2019 di ICE BSD Tangerang, Banten, Selasa, 12 Maret 2019.
 
Jokowi menuturkan hal ini harus segera direalisasikan. Apalagi, dia melihat ada banyak mal besar yang tutup. "Hati-hati kalau ini tidak direspons, di Tiongkok mal sudah banyak yang tutup karena kalah dengan online. Lagi-lagi saya ingatkan, siapkan ekosistem offline dan sistem online untuk pasar-pasar kita," tegas Jokowi.
 
Calon presiden incumbent ini juga meminta pemerintah daerah (Pemda) memberi bantuan anggaran agar kemasan produk pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lebih menarik sehingga memiliki harga jual yang tinggi.
 
"Anggarkan mesin kemasan ke dalam APBD. Murah hanya 200 juta. Packaging itu sangat penting sekali untuk masuk ke marketplace. Siapkan branding-nya, seperti warna, tulisan, semuanya. Agar barang itu enak dilihat, enak dijual," tukas Jokowi.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif