Illustrasi. MI/Benny Bastiandy.
Illustrasi. MI/Benny Bastiandy.

Kemendag Ultimatum Tengkulak untuk Tidak Kerek Harga Pangan

Ekonomi pangan natal
Ilham wibowo • 13 November 2018 16:10
Jakarta: Kementerian Perdagangan (Kemendag) memberi peringatan kepada para tengkulak yang berniat sengaja menaikan harga pangan jelang perayaan Natal dan tahun baru. Instrumen hukum dalam perdagangan menjadi wajib ditaati.
 
Sekjen Kemendag Karyanto Suprih mengatakan komunikasi telah dilakukan terutama pada pelaku distribusi bahan pokok. Harga barang baik di pasar modern maupun tradisonal perlu dipastikan stabil.
 
"Kalau ingat dulu harga gula saja ada Rp16 bahkan sampai Rp 20 ribu (per kg) tapi dengan komunikasi dengan para distributor dan pelaku usaha berhasil turun menjadi Rp12.500, beberapa tahun sebelumnya kita sulit menurunkan harga gula," ujar Karyanto ditemui di Artotel, Jakarta, Selasa 13 November 2018.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pertemuan dengan pengusaha bahan pokok melalui asosiasi itu dilakukan untuk merumuskan harga eceran tertinggi (HET). Kesepakatan yang terjalin menjadi instrumen regulasi yang wajib dijalankan seluruh pengusaha produk terebut mulai dari hulu hingga hilir.
 
"Kalau ada yang masih bandel kita tahan bahkan kita larang membeli dari toko tersebut, mereka tidak mau karena akan membusuk," ungkapnya.
 
Pengawasan ketat juga dilakukan mengantisipasi aksi penimbunan barang. Menurut Karyanto, pihaknya telah menjalin kerja sama dengan satuan satgas (Satgas) pangan untuk bisa dilakukan proses hukum bagi oknum terlibat kecurangan dagang.
 
"Kalau ada penimbunan, tidak mungkin karena disamping sanksi berat mereka tidak bisa menjual barang tersebut di atas HET, instrumen hukum sudah dilakukan Kementerian Perdagangan untuk menjaga kondisi harga," tandasnya.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif