Menkeu Ungkap Sukses Bank di Indonesia Bangkit dari Krisis

Eko Nordiansyah 15 November 2018 14:39 WIB
perbankansri mulyani
Menkeu Ungkap Sukses Bank di Indonesia Bangkit dari Krisis
Menteri Keuangan Sri Mulyani. (FOTO: Medcom.id/Eko Nordiansyah)
Jakarta: Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan bank-bank yang ada di Indonesia telah sukses bangkit dari krisis keuangan pada 1998/1999 lalu. Berbagai tantangan selama 20 tahun terakhir, mampu dihadapi bank di Indonesia untuk tetap bertahan.

Hal ini disampaikan Sri Mulyani saat pembukaan Indonesia Banking Expo 2018. Acara yang diadakan oleh Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) ini membahas mengenai generasi baru perbankan dalam transformasi industri keempat atau Revolusi Industri 4.0.

"20 tahun terakhir setelah krisis, perbankan kembali bangkit dan diuji, tidak mudah. Ujian pada 2008-2009 adanya global finance crisis yang mengancam ekonomi dunia, tapi industri perbankan di Indonesia survive," kata dia di Hotel Fairmont, Senayan, Jakarta, Kamis, 15 Februari 2018.

Setelah itu, industri perbankan juga menghadapi harga komoditas yang mengalami kenaikan serta penurunan yang tajam dalam beberapa tahun terakhir. Harga minyak dunia, CPO, hingga batu bara yang naik turun mempengaruhi kredit bermasalah (NPL), namun perbankan masih resiliance.

Dari sisi kebijakan moneter, perbankan juga menghadapi era suku bunga tinggi, yang kemudian tiba-tiba turun bahkan hingga nol persen. Sayangnya era suku bunga rendah sudah mulai dinormalisasi dengan kenaikan suku bunga di beberapa negara maju dan berkembang.

"Tapi saya yakin bank mampu menghadapi perubahan yang cukup signifikan. Dengan perubahan kebijakan fiskal moneter ini akan jadi lingkungan baru yang akan dihadapi. Lingkungan berubah terus, perbankan di Indonesia bisa adjust dan berkembang," jelas dia.

Dirinya menambahkan, di era digital seperti sekarang ini perbankan harua berhadapan dengan pesatnya perkembangan teknologi. Salah satu tantangan yang nyata adalah kemunculan financial technology (fintech), yang bisa menjadi tantangan atau memberi peluang kolaborasi bagi bank.

"Industri keuangan basisnya kepercayaan penggunanya. Mau gunakan bangunan kantor atau tanpa kantor, mau gunakan uang kartal atau uang digital. Doesn't matter itu adalah amanah milik orang lain yang dititipkan ke Anda," pungkasnya.

 



(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id