Direktur Teknik dan Layanan Garuda Indonesia Iwan Joeniarto (ketiga dari kanan). Medcom/Suci.
Direktur Teknik dan Layanan Garuda Indonesia Iwan Joeniarto (ketiga dari kanan). Medcom/Suci.

Garuda: Kerja Sama dengan Mahata karena Untung Tanpa Modal

Ekonomi garuda indonesia
Suci Sedya Utami • 08 Mei 2019 22:48
Jakarta: Kerja sama antara PT Garuda Indonesia (Persero) dan PT Mahata Aero Teknologi sebagai penyedia layanan entertainment dalam penerbangan atau wifi on board menjadi polemik. Sebab Garuda memasukkan pendapatan dari kerja sama tersebut ke dalam laporan keuangan di 2018 yang sebenarnya belum dibayarkan Mahata.
 
Direktur Teknik dan Layanan Garuda Indonesia Iwan Joeniarto menjelaskan Garuda bukan tanpa sebab memilih Mahata sebagai rekanan dalam penyediaan wifi on board. Iwan bilang Mahata menawarkan konsep zero investment dan revenue sharing.
 
Iwan bilang pada kerjasama sebelumnya Garuda membayar biaya wifi on board dan in-flight entertainment sehingga perseroan mendapatkan pendapatan tambahan atau ancillary revenue yang rendah. Dengan konsep kerja sama yang baru bersama Mahata, perseroan dapat meningkatkan ancillary revenue dan efisiensi biaya.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ini bisnis model baru di Garuda Indonesia, bisnis dengan Mahata enggak ada investasi, enggak ada cost. Kita lakukan invite connectivity enggak berbayar," kata Iwan dalam konferensi pers Public Expose Intidentil, di Hanggar GMF, Cengkareng, Banten, Rabu, 8 Mei 2019.
 
Dia mengatakan revenue sharing yang akan didapatkan berasal dari advertising atau iklan. Dengan total jumlah penumpang sebesar 48 juta di tahun 2018, Garuda mengklaim sebagai market yang sanagt potensial sebagai media beriklan. Garuda percaya bisa mendapatkan pendapatan iklan yang tinggi.
 
"Buat perusahaan, revenue sharing itu bisa mengurangi cost yang luar biasa besar," tutur dia.
 
Selain itu kerja sama ini, kata Iwan juga meningkatkan nilai tambah (value added) pada pelanggan berupa fasilitas wifi gratis. Khusus in-flight connectivity merupakan fasilitas wifi gratis yang dapat diakses di ketinggian 35.000 kaki. Fasilitas wifi gratis dapat digunakan oleh penumpang untuk berbagai hal seperti streaming untuk berbagai pesan melalui media sosial.
 
Selain itu, pertimbangan lain Garuda memilih Mahata karena menganggap perusahaan tersebut merupakan start-up yang telah memiliki kontrak kerja sama dengan Lufthansa System, Lufthansa Technic, Inmarsat, Aeria Interactive, Ai Motus Ltd, CBN dan Qandeo Asia Consulting.
 
Perusahaan-perusahaan tersebut adalah perusahaan internasional yang memiliki proses KYC dan DD yang baik untuk memutuskan suatu kerja sama. Mahata, lanjut Iwan, juga didukung oleh induknya Global Mahata Group dengan nilai bisnis secara total USD640,5 juta.
 
" Kita melihat siapa dibalik Mahata. Mereka bekerjasama dengan Lufthansa dan perusahaan internasional lainnya. Jadi enggak mungkin bekerjasama kalau enggak tahu bagaimana bisnis modelnya," jelas Iwan.
 
Lebih jauh dia menambahkan saat ini bisnis dalam industri penerbangan tidak bisa hanya mengandalkan core bisnis atau menjual tiket pada penumpang. Dia bilang harus Garuda harus mencari inovasi untuk memberikan keuntungan yang lebih yakni salah satunya dengan kerjasama penyediaan layanan wifi ini.
 
"Industri airlines enggak bisa hanya andalkan core bisbis, harus cari terobosan baru karena core bisnis airlines marjinnya sangat tipis," tandas dia.
 

(SAW)
MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:26
  • SUBUH04:36
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif