Illustrasi. Dok : MI.
Illustrasi. Dok : MI.

Aset BNI Dipastikan Luput dari Terjangan Tsunami

Ekonomi bni Tsunami di Selat Sunda
Husen Miftahudin • 24 Desember 2018 19:13
Jakarta: PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI memastikan seluruh aset di wilayah terdampak tsunami, selamat. Kantor cabang, mesin anjungan tunai mandiri (ATM), dan sumber daya manusia (SDM) BNI luput dari terjangan tsunami Selat Sunda yang meluluhlantakkan sebagian wilayah Banten dan Lampung.

"Semua pegawai dan keluarga pegawai dilaporkan dalam kondisi aman. Outlet, rumah dinas, dan ATM dalam kondisi aman," kata Corporate Secretary BNI Ryan Kiryanto kepada Medcom.id, Jakarta, Senin, 24 Desember 2018.

Laporan tersebut diterima Ryan berdasarkan informasi dari kantor cabang Tanjung Karang, Cilegon, dan Serang. Namun, ada satu mesin ATM BNI yang sempat mengalami gangguan.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



"Info pagi ini ada satu ATM di Indomaret Carita yang tadi malam offline. Tapi pagi ini sudah online," tegas dia. BNI juga memastikan akan memberi keringanan kredit kepada nasabah yang terdampak tsunami. Keringanan tersebut sesuai kesepakatan antara nasabah dan pihak BNI.

"Untuk kredit, diselesaikan sesuai kebijakan internal BNI dalam spirit win-win solution," pungkas Ryan.

Keringanan kredit yang diberikan perbankan kepada korban bencana sesuai dengan aturan yang tertuang dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 45 Tahun 2017 tentang Perlakuan Khusus terhadap Kredit atau Pembiayaan Bank bagi Daerah Tertentu di Indonesia yang Terkena Bencana Alam.

Bentuk keringanan tersebut bisa berupa penundaan penagihan kredit hinga dihapuskannya keterlambatan denda. Debitur atau nasabah yang menjadi korban bencana pun berhak meminta restrukturisasi kredit dengan batas waktu sesuai kesepakatan dengan pihak bank.

Bencana tsunami yang terjadi di Selat Sunda pada Sabtu malam, 22 Agustus 2018, meluluhlantakkan lima kabupaten/kota yang ada di wilayah Banten dan Lampung. Dua kabupaten di Banten yang terdampak tsunami yaitu Pandeglang dan Serang. Sementara di Lampung dampak tsunami dirasakan di Lampung Selatan, Tanggamus, dan Pesawaran.

Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Senin, 24 Agustus 2018, pukul 07.00 WIB, jumlah korban tewas akibat bencana tsunami yang terjadi di Selat Sunda bertambah menjadi 281 orang. Sementara 1.061 orang terluka, 57 orang masih dicari, dan 11.687 penduduk mengungsi.

"Kemungkinan data korban dan kerusakan bertambah. Pendataan masih terus dilakukan oleh petugas," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho.


(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi