Menhub Budi Karya Sumadi. Medcom/Desi A.
Menhub Budi Karya Sumadi. Medcom/Desi A.

Menhub Bakal Panggil Direksi untuk Bahas Kereta Cepat

Ekonomi kereta cepat kemenhub
Eko Nordiansyah • 22 Oktober 2018 17:56
Jakarta: Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi akan memanggil direksi dari PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC). Rencananya pekan depan akan dibahas progress dari pembangunan kereta cepat.
 
"Saya belum update lagi dengan direksi. Saya baru undang minggu depan," kata Budi ditemui di Gedung Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Jakarta Pusat, Senin, 22 Oktober 2018.
 
Dirinya menambahkan, pemerintah akan mengevaluasi proyek yang akan menghubungkan Jakarta-Bandung tersebut. Selain itu, Kemenhub juga akan menanyakan masalah yang dihadapi oleh KCIC dalam merampungkan proyek kereta cepat.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Progress-nya berapa persen. Handicap-nya apa, apa masalah dana atau lahan. Makanya dua alternatif itu tanah atau uang (masalahnya), atau perizinan," jelas dia.
 
Sampai dengan Juni lalu, proses pengerjaan proyek kereta cepat memang baru lima persen. KCIC menargetkan pengerjaan proyek ini bisa mencapai 25 persen hingga akhir tahun, dan diperkirakan selesai pada semester I-2021.
 
Adapun China Development Bank (CDB) telah mencairkan kredit tahap kedua sebesar USD274,8 juta atau Rp3,847 triliun pada 30 Agustus lalu kepada PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA). Dana ini diharapkan mempercepat konstruksi pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung.
 
Kereta Cepat Jakarta-Bandung akan menghubungkan empat stasiun yaitu Halim, Karawang, Walini, dan Tegalluar Bandung sepanjang 142,3 kilometer (km). Percepatan pembangunan proyek kereta cepat menghadirkan optimisme pertumbuhan moda transportasi modern.
 


 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif