Kelonggaran DNI tak Cukup Menarik Investasi
Illustrasi. MI/MOHAMAD IRFAN.
Jakarta: Ekonom Indef Bhima Yudistira Adhinegara menilai untuk menggenjot investasi bukan lah dengan melakukan kebijakan relaksasi daftar negatif investasi (DNI). Menurutnya, pemerintah justru harus melihat akar permasalahan mengapa investasi di Indonesia tidak terlalu diminati.

"Saya enggak melihat (kebijakan relaksasi) DNI menarik investor dalam dan luar negeri," katanya kepada Media Indonesia, Selasa, 20 November 2018.

Menurutnya, pemerintah harus melihat akar masalah yang ada selama ini. Pertama, masalah perizinan untuk memulai usaha yang masih rumit. Kedua, administrasi pembayaran pajak di mana dalam ease of doing business berada di peringkat 112. Ketiga, permasalahan birokrasi di daerah yang masih lambat. Keempat, masalah korupsi dan pembebasan lahan yang butuh waktu lama.

"Itu yang harus diselesaikan dulu, baru investor akan masuk. Ini paket saya bilang setengah matang enggak ada yang spesial dan prematur," ucapnya.

Karena itu, menurutnya, langkah pemerintah antara menarik investasi dengan merelaksasi DNI tidak lah sinkron. Hal itu sebagaimana pengalaman di Paket Kebijakan Ekonomi ke-10 pada tahun 2016 dimana pemerintah sudah membuka ruang untuk investasi asing masuk cukup besar. Namun, belum juga bisa menarik masuk investasi.

"Revisi DNI pernah dicoba. Ada 101 bidang usaha yang diperluas bagi investor asing, tapi 51 bidang usaha buktinya tidak diminati oleh investor. Loh kenapa sekarang malah makin diperluas?" katanya.

Ia pun menilai bahwa langkah pemerintah merelaksasi DNI adalah untuk memberikan sinyal ke pasar dalam rangka memperkuat nilai tukar Rupiah.

"Pemerintah tidak menargetkan investasi langsung karena ini jangka panjang. Tapi sekedar kasih sinyal ke pasar bahwa pemerintah buat kebijakan pro investasi yang baru," tandasnya.

 



(SAW)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id