Kata Prabowo Soal Rasio Pajak Indonesia
Prabowo Subianto (Foto: Medcom.id/Whisnu Mardiansyah)
Jakarta: Prabowo Subianto mengkritisi rasio pajak Indonesia yang angkanya lebih rendah dibandingkan dengan negara-negara ASEAN. Merujuk data World Bank di 2016, rasio pajak Indonesia menempati urutan ke-112 dari 124 negara, atau berada di kisaran 11 persen.

"Kita masih tertinggal di rasio pajak," kata dia, dalam diskusi Indonesia Economic Forum, di Hotel Shangri-La Jakarta, Rabu, 21 November 2018.

Bahkan, Calon Presiden (Capres) 2019 itu menilai rasio pajak di era Orde Baru masih lebih tinggi dibandingkan dengan saat ini. "Di bawah kepemimpinan Orde Baru, Soeharto, rasio pajak di atas 14 persen, pernah juga 16 persen," ungkap Prabowo.

Mantan Danjen Kopassus itu membandingkan rasio pajak Indonesia dengan Zambia yang mencapai level 18 persen, Thailand level 18 persen, dan Malaysia yang mendekati level 18 persen. "Kita seringkali menyepelekan negara-negara Afrika, padahal mereka lebih baik dari kita," kata dia.

Ketidakmampuan dalam mengelola rasio pajak, masih kata Prabowo, membuat negara merugi. Prabowo mengaku timnya telah berdiskusi dengan Bank Dunia untuk memecahkan masalah tersebut.

"Kita kehilangan USD60 miliar karena pemerintah tidak mampu menjaga rasio pajak. Tim riset saya sudah bicara dengan pakar dari Bank Dunia. Mereka bilang, Indonesia punya kapasitas untuk meningkatkan rasio pajak sampai 18 persen," pungkasnya.

 



(ABD)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id