Menteri BUMN Rini Soemarno MI/Susanto.
Menteri BUMN Rini Soemarno MI/Susanto.

Kinerja Makin Kuat, Aset BUMN Tembus Rp8.092 Triliun

Ekonomi bumn
Suci Sedya Utami • 06 Maret 2019 16:08
Jakarta: Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno menyatakan kondisi BUMN saat ini semakin kuat dan kokoh seiring dengan kinerja yang terus bertumbuh. Hal itu tercermin dalam laporan kinerja BUMN sepanjang 2018.
 
Dalam laporan tersebut tercatat hingga 31 Desember 2018 total aset BUMN menembus angka Rp8.092 tiliun. Jumlah tersebut naik Rp882 Triliun dari capaian 2017 sebesar Rp7.210 Triliun. Sementara total laba BUMN tumbuh menjadi Rp188 triliun dari Rp186 triliun pada 2017.
 
Besarnya kontribusi BUMN dalam pembangunan infrastruktur pun terlihat dari belanja modal atau capex BUMN yang meningkat sepanjang 2018 mencapai Rp487 triliun. Jumlah tersebut naik signifikan dibandingkan 2017 yang sebesar Rp315 triliun. Kontribusi BUMN terhadap APBN pun melonjak menjadi Rp422 triliun atau naik Rp68 triliun dari setoran 2017 sebesar Rp354 triliun.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kinerja positif ini akan kami jaga dan tingkatkan agar BUMN dapat terus melayani negeri, menjadi agen pembangunan yang berfokus pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Sebagaimana yang tertuang dalam amanah konstitusi bahwa BUMN harus menjadi agen pembangunan dan agen penciptaan nilai," kata Rini dalam keterangan tertulis, Rabu, 6 Maret 2019.
 
Adalun wujud nyata kontribusi BUMN dalam pembangunan tercermin dari peningkatan konektivitas darat, laut, dan udara. Di darat, BUMN telah merealisasikan pembangunan dan pengoperasian jalan tol sepanjang 782 Km, reaktivasi rel kereta Jawa Barat sepanjang 178,8 Km, LRT Palembang serta pembangunan LRT Jabodebek.
 
Di laut, BUMN telah membangun 27 pelabuhan baru, 100 kapal pendukung tol laut, peningkatan kapasitas peti kemas menjadi 28,8 Teus dan dwelling time menjadi tiga hari dari semula tujuh hari pada 2014. Adapun, BUMN telah membangun 10 bandar udara baru demi menunjang konektivitas udara.
 
Dalam rangka mengoptimalkan dampak ekonomi dari pembangunan infrastruktur, BUMN juga dipacu melanjutkan utilisasi jalan tol Trans Sumatera dan jalan tol Trans Jawa yang telah beroperasi.
 
Di sektor kelistrikan, BUMN telah berkontribusi meningkatkan rasio elektrifikasi menjadi 97,2 persen. Didukung dengan kapasitas listrik terpasang sebesar 57.822 megawatt, 53 ribu Km transmisi, dan 131 ribu MVA gardu induk.
 
Selain itu, Sinergi BUMN juga telah berhasil menyambungkan listrik ke lebih dari 100 Ribu keluarga tidak mampu di Jawa Barat. Keluarga tidak mampu tersebut sebelumnya tidak memiliki akses langsung terhadap listrik PLN, dan menumpang listrik tetangga.
 
BUMN juga merealisasikan BBM Satu Harga di 123 titik lokasi di Papua, merealisasikan program krwirausahaan pertanian di sembilan kabupaten di Jawa Barat, serta mendirikan 76 BUMN Shop di desa tertinggal di Sukabumi, Tasikmalaya dan Ciamis.
 
Di sisi lain, sepanjang tahun lalu BUMN telah menyalurkan Rp113,9 triliun kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi 4,3 juta nasabah, dan menyalurkan Rp16,4 triliun kepada 4,2 juta nasabah kredit ultra mikro PNM Mekaar.
 
Kemudian, lewat program Rumah Kreatif BUMN (RKB) yang telah tersebar di 209 lokasi seluruh Indonesia, BUMN telah membina 12.522 pelaku UMKM dan mewadahi produknya dengan aplikasi Blanja.com. RKB bertujuan untuk menaikan kelas ekonomi pelaku UMKM melalui pembinaan dan pembelajaran bersama.
 
"BUMN juga berperan aktif dalam mencetak generasi muda bangsa yang produktif, kreatif dan inovatif lewat program Spirit of Millennials. Program ini bertujuan untuk mewadahi sekaligus mengajak para karyawan muda BUMN berkontribusi membangun negeri," tutur Rini.
 
Rini pun mendorong BUMN agar terus bersinergi dan berinovasi dalam memberikan nilai tambah untuk produk dan layanan yang lebih efisien lewat hilirisasi. Sektor yang tengah difokuskan mengejar hilirisasi yakni Migas dan Pertambangan. Diharapkan kedua sektor tersebut dapat meningkatkan nilai tambah produknya menjadi 10 kali lipat.
 
"Untuk itu ke depan BUMN harus meningkatkan akselerasi dan kinerjanya. Peran BUMN sebagai agen pembangunan dan agen penciptaan nilai pun harus terus ditingkatkan. Langkah kita masih panjang, marilah kita terus kerja, kerja, dan kerja demi kemajuan Indonesia," kata Rini.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif