Sektor Properti akan Terus Tumbuh di 2018

Ade Hapsari Lestarini 19 Desember 2017 16:42 WIB
propertibtn
Sektor Properti akan Terus Tumbuh di 2018
Direktur Utama BTN Maryono. (FOTO: dokumentasi BTN)
Jakarta: Industri properti diyakini masih akan tetap tumbuh di 2018 seiring perekonomian Indonesia yang diprediksi meningkat di atas lima persen pada tahun depan.

Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) Maryono mengatakan sejumlah sektor pendorong perekonomian akan menjadi perhatian utama pemerintah, termasuk sektor properti.

"Kami konsisten menjadi integrator untuk industri properti di Tanah Air menghadapi 2018, tidak hanya dari sisi permintaan dengan pengucuran KPR, namun juga pasokan dengan mengalirkan kredit konstruksi ke pengembang," kata dia, di sela seminar "Dukungan Akses Perbankan dalam Program Sejuta Rumah", seperti dikutip dalam siaran persnya, Selasa, 19 Desember 2017.

Menurut Maryono, setidaknya ada empat tantangan dari sektor properti di 2018 yaitu kekurangan pasokan rumah (backlog) hingga 13,38 juta unit karena tingginya kebutuhan rumah, namun tidak tercukupi pasokan, tidak tersedianya lahan yang cukup untuk membangun properti, regulasi pertanahan yang belum terstandarisasi untuk di setiap daerah.

"Selain itu sedikitnya masyarakat berpenghasilan rendah atau MBR yang masuk kategori bankable, sehingga sulit mengakses pembiayaan KPR," ujarnya.

Oleh karena itu, untuk menghadapi tantangan tersebut tambahnya, BTN terus menjadi yang terdepan dalam membantu pemerintah merealisasikan Program Sejuta Rumah.

"Tercatat di era pemerintahan Presiden RI, Joko Widodo selama 2015 hingga November 2017, pencapaian target kami selalu di atas 100 persen, BTN telah berkontribusi lebih dari 1,6 juta unit rumah baik berbentuk KPR ataupun kredit konstruksi perumahan dengan nilai lebih dari Rp177,24 triliun," paparnya.

Adapun dengan kontribusi tersebut, perseroan selalu meraih capaian di atas target dalam Program Sejuta Rumah dan menguasai pangsa pasar KPR Subsidi.

"2018, kami siap mendukung skema baru yaitu Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT) yang baru saja diluncurkan oleh Kementerian PU-PR," tambah dia.

BP2BT merupakan bantuan pembiayaan KPR ke golongan MBR yang berpenghasilan di bawah tiga juta perbulan, caranya dengan menabung secara rutin selama enam bulan dan menyiapkan uang muka sebesar lima persen untuk membeli rumah.

Skema bantuan pembiayaan KPR dengan syarat menabung rutin sebenarnya telah diterapkan BTN lewat tersebut lewat produk KPR Mikro dan KPR Subsidi dengan bermitra dengan salah satu Perusahaan penyedia jasa ojek online bagi para ojek yang dikelolanya.

"BTN akan merangkul semua pihak, baik BUMN, instansi pemerintah, maupun swasta untuk mendorong percepatan pencapaian program sejuta rumah," pungkas Maryono.



(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id