Kepala Bappebti Tjahya Widayanti. Foto : Bappebti.
Kepala Bappebti Tjahya Widayanti. Foto : Bappebti.

Kemendag Lirik Milenial Berinvestasi di Perdagangan Berjangka Komoditi

Ekonomi kementerian perdagangan
Ilham wibowo • 20 November 2019 15:59
Jakarta: Kementerian Perdagangan melirik kaum milenial untuk berinvestasi di Perdagangan Berjangka Komoditi (PBK). Hal ini menjadi salah satu rencana kegiatan yang akan digelar 2020.
 
Kepala Bappebti Tjahya Widayanti mengatakan pihaknya telah menyepakati antara PT Bursa Komoditi Derivatif Indonesia (BKDI)/Indonesia Commodity and Derivatives Exchanges (ICDX) dan PT Indonesia Clearing House (ICH). Kaum milenial akan menjadi sasaran untuk diperkenalkan dengan kegiatan PBK sehingga mereka tertarik berinvestasi.
 
"Kaum milenial yang ikut berpartisipasi dalam investasi, tentunya transaksi PBK akan semakin meningkat," kata Tjahya melalui keterangan tertulis, Rabu, 20 November 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ke depan, PBK terus didorong untuk tumbuh lebih besar dengan cara mengedukasi masyarakat melalui berbagai kegiatan sosialisasi dan literasi. Kegiatan ini bisa diimplementasikan dengan memperbanyak roadshow ke kampus-kampus agar kaum milenial dapat mengenal PBK sedini mungkin sebagai salah satu alternatif investasi yang menarik.
 
Sebelumnya, PT BKDI telah melakukan berbagai kegiatan pelatihan tentang PBK. Kegiatan tersebut diantaranya pembukaan kelas pelatihan ICDX bagi masyarakat umum, pelatihan pengenalan sistem dan back office, pelatihan bagi karyawan bursa, serta pelatihan sistem dan simulasi transaksi multilateral.
 
Selain itu, dilakukan pula penyelenggaraan program pelatihan peningkatkan profesi wakil pialang berjangka (P4WPB), ICDX Goes To Campus, dan pertukaran kunjungan, serta pemberian materi pengenalan bursa.
 
Adapun PBK merupakan sistem perdagangan berjangka yang dapat dijadikan sarana lindung nilai (hedging) para eksportir maupun importir dari fluktuasi harga komoditi. PBK juga dapat dijadikan sebagai sarana pembentukan harga yang efektif dan transparan.
 
"Harga di bursa berjangka dapat dijadikan referensi harga dan sebagai salah satu alternatif investasi bagi para pelaku usaha PBK dan investor," paparnya.
 
Selain menjajaki kaum milenial, strategi lain untuk meningkatkan transaksi ini adalah dengan mendorong pelaku usaha mengimplementasikan sistem Electronic Warehouse Receipt Trading Platform and Commodity Despository (EPACT). Hal ini sebagai wujud pengintegrasian bursa, lembaga kliring (clearing house), dan logistik menjadi satu mata rantai yang saling bersinergi.
 
PT BKDI juga berencann memperbanyak kontrak berjangka multilateral yang liquid dan mengevaluasi kontrak-kontrak yang sudah diperdagangkan supaya lebih menarik di pasar. Caranya, dengan mengintegrasikan bursa, lembaga kliring, dan pusat logistik.
 
Sementara itu, Bappebti akan terus meningkatkan integritas dari para pelaku usaha PBK, yaitu dengan cara memperbaiki kualitas transaksi.
 
"Bappebti juga akan terus meningkatkan pengawasan dan kepatuhan serta mengimbau kepada semua anggota baik kepada pialang berjangka, penyelenggara sistem perdagangan alternatif, dan pedagang berjangka untuk ikut serta dalam peningkatan kemampuan melalui kegiatan pelatihan," pungkas Tjahya.
 
Pada 2019 ini, kinerja PT BKDI dan PT ICH menghasilkan volume transaksi multilateral tercatat sebesar 248.531 lot. Nilai ini meningkat 73,77 persen dibandingkan periode yang sama 2018 yang sebesar 143.021 lot.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif