Sekjen KKP merangkap Plt. Dirjen PDSPKP Nilanto Perbowo mendorong organisasi kemasyarakatan perkuat program Gemarikan. Foto: Dok KKP.
Sekjen KKP merangkap Plt. Dirjen PDSPKP Nilanto Perbowo mendorong organisasi kemasyarakatan perkuat program Gemarikan. Foto: Dok KKP.

KKP Dorong Forikan Perkuat Program Gemarikan

Ekonomi kelautan dan perikanan stunting
Husen Miftahudin • 30 Agustus 2019 23:23
Jakarta: Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mendorong Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) berperan sebagai aktivator Program Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan). Langkah tersebut bisa sebagai sinergi dalam memperkuat dan mendukung program nasional penanganan stunting dan program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas).
 
Sekjen KKP merangkap Plt. Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) Nilanto Perbowo mengatakan pihaknya telah mendapatkan dukungan dari segenap unsur lembaga/instansi pemerintah lintas sektoral, swasta, asosiasi perikanan, asosiasi profesi dan lain sebagainya melalui Forikan. Dukungan tersebut diharap memperkuat co-ownership dalam pelaksanaan program Gemarikan dengan melibatkan organisasi kemasyarakatan dan masyarakat umum.
 
"Semua dimulai dari meja makan, dan ibu rumah tanggalah yang memegang keputusan penting dalam memilih dan mengolah bahan makanan yang akan disajikan sebagai bahan santapan keluarga," ujar Nilanto dalam keterangannya, Jakarta, Jumat, 30 Agustus 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Nilanto juga mengajak ibu-ibu dan Tim Penggerak PKK untuk terus mengupayakan agar ikan harus tetap ada di meja makan. "Karena ikanlah sebagai sumber protein hewani terbaik untuk pemenuhan gizi keluarga," tegas Nilanto.
 
Ketua Forikan Nasional, Djoko Maryono mengakui salah satu yang disasar untuk meningkatkan konsumsi ikan adalah kaum milenial. Ini sekaligus menjadi tantangan, sebab makanan kaum milenial konsepnya ready to eat. Penyampaian informasinya pun harus lewat gawai.
 
"Untuk menyeimbangkan pengaruh gadget ini kita harus kembali ke budaya kembali meja makan ibu. Meja makan ibu adalah pengarahan gizi, pengarahan psikologi, dan edukasi untuk keluarga sehingga kemajuan bangsa ini kita mulai dari meja makan ibu," ungkap Djoko.
 
Djoko juga menyampaikan, Forikan yang terbentuk sejak 2006 dalam perkembangannya telah terbentuk Forikan Daerah di 34 Provinsi dan 229 kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Sampai saat ini keanggotaan Forikan sudah sampai ke lingkup kecamatan.
 
"Ketua Forikan di Provinsi adalah ibu atau istri gubernur. Melalui ibu gubernur yang memiliki wawasan kewilayahan, tugas Bapak, Ibu atau istri gubernur inilah yang bisa mengedukasi, mengadvokasi, mempengaruhi masyarakatnya untuk hidup sehat dengan memanfaatkan ikan sebagai salah satu sumber protein hewani yang paling sehat," pungkas Nilanto.
 
Kampanye Gemarikan merupakan program KKP untuk mendukung penanganan stunting di Indonesia. Berdasarkan informasi Kementerian Kesehatan, stunting merupakan kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis dan stimulasi psikososial serta paparan infeksi berulang terutama dalam 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yaitu dari janin hingga anak berusia dua tahun.
 
Stunting yang terjadi pada 1.000 HPK tidak hanya menyebabkan hambatan pertumbuhan fisik dan meningkatkan kerentanan terhadap penyakit, tetapi juga mengancam perkembangan kognitif yang berpengaruh pada tingkat kecerdasan dan produktivitas anak di masa dewasanya.
 

(HUS)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif