Ilustrasi. Foto : MI/RAMDANI.
Ilustrasi. Foto : MI/RAMDANI.

Performa Ekspor Menyelamatkan Penjualan Mobil

Ekonomi ekspor penjualan mobil
Nia Deviyana • 04 Desember 2019 21:44
Jakarta: Gabungan Industri Kendaraan bermotor Indonesia (Gaikindo) mengatakan pasar mobil masih bagus untuk pasar ekspor. Kondisi ekspor lebih baik ketimbang untuk dalam negeri.
 
Pasar ekspor otomotif pada 2019 tumbuh sebesar 29 persen atau ada peningkatan ekspor sebesar 275 unit dibandingkan 2018. Hal ini terlihat dari ekspor mobil terurai (CKD) sebesar 397.885 unit dan ekspor mobil jadi (CBU) yang mencapai 275.364 unit sejak Januari hingga Oktober 2019.
 
Saat ini, kendaraan buatan Indonesia sudah diekspor ke lebih dari 80 negara di dunia, dengan lima negara tujuan utama ekspor yakni Filipina, Arab Saudi, Jepang, Meksiko, dan Vietnam. Pemerintah menargetkan industri otomotif mampu memproduksi sebanyak 1,5 juta unit kendaraan pada 2020.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ini menarik di tengah proteksi yang dilakukan beberapa negara, salah satunya Vietnam. Biasanya Vietnam menerima ekspor dari Indonesia, tapi 2018 mereka mulai ketat dalam penerimaan kendaraan yang masuk," tutur Sekretaris Jenderal Gaikindo Kukuh Kumara di Jakarta, Rabu, 4 Desember 2019.
 
Kukuh melanjutkan sejak negara Eropa mengalami perlambatan, potensi pasar otomotif dunia berbalik ke Asia, khususnya Indonesia, Tiongkok, dan India. "ASEAN pasar terbesarnya di Indoneisa yaitu sebesar 35 persen. Untuk itu kita harus jadi trendsetter," jelasnya.
 
Dia pun tidak menampik banyak milenial malas menggunakan mobil karena banyak aplikasi menawarkan ride sharing.
 
"Tetapi mereka tetap butuh (mobil) untuk komersial. Tumbuhnya bisnis online juga mendorong penjualan kendaraan," ujar Kukuh.
 
Menurut data wholesale Gaikindo per September 2019, total pasar otomotif baru di angka 849.609 atau turun sekitar 11,8 persen. Sebagai perbandingan di periode yang sama 2018, pasar otomotif sudah bisa mencapai 962.834 persen.
 
Turunnya penjualan mobil di Indonesia, memang tidak terlepas dari berbagai kondisi yang ada seperti kondisi politik di awal tahun yang cukup panas dan ekonomi global yang melemah. Efeknya, para merek mobil yang ada di Indonesia mengalami kesulitan dalam memasarkan mobil yang dimilikinya.

 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif