Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution (kanan), Medcom.id/Siti Yona Hukmana.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution (kanan), Medcom.id/Siti Yona Hukmana.

Kenaikan Cukai Rokok untuk Kesehatan

Ekonomi rokok cukai tembakau
Siti Yona Hukmana • 15 September 2019 01:36
Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengungkap sejumlah alasan mengenai penaikkan cukai rokok sebesar 23 persen. Salah satunya yakni alasan kesehatan.
 
"Untuk menurunkan konsumsi, kenapa? Ya karena alasan kesehatan," kata Darmin di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta Pusat, Sabtu, 14 September 2019.
 
Alasan lainnya, yakni pada tahun sebelumnya belum ada kenaikan cukai rokok. Menurut dia, saat ini waktu yang tepat untuk menaikkanpungutan negara dalam upaya pengendalian itu.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Tahun lalu tidak naik, sehingga ya naiknya wajar. Kalau lebih banyak, lebih besar (penerimaan cukai)," ujar Darmin.
 
Dengan demikian, lanjut Darmin, penerimaan negara menjadi meningkat. Kemudian, lapangan pekerjaan juga ikut meningkat.
 
"Nah setelah ditimbang-timbang, berapa naik cukainya?, berapa naik harga jual eceran? Itu dia angka yang sudah diceritakan oleh Ibu Sri Mulyani kemarin," pungkas Darmin.
 
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani memproyeksikan penerimaan cukai tahun depan bisa mencapai Rp173 triliun setelah pemerintah memutuskan kenaikan tarif cukai rokok sebesar 23 persen. Angka tersebut sudah masuk dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2020.
 
"Penerimaan diperkirakan tahun depan Rp173 triliun yang selama ini juga sudah ada dalam RUU APBN," kata Ani sapaannya di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat, 13 September 2019.
 
Menurutnya, penerimaan cukai rokok tahun depan tumbuh 8,2 persen dari outlook APBN 2019 yang hanya sebesar Rp165,8 triliun. Karena, kebijakan itu baru berlaku per 1 Januari 2020.
 
"Kemarin juga sudah dibahas dengan DPR untuk total penerimaan kita pastikan bisa diamankan," ungkap dia.
 
Sementara itu, penaikan cukai rokok tersebut akan berimbas pada kenaikan harga rokok eceran sebesar 35 persen. Adapun keputusan penaikan tarif cukai rokok bertujuan untuk mengurangi konsumsi dan peredaran rokok ilegal, mengatur industri, serta menambah penerimaan negara.
 
"Pemerintah akan memulai persiapan, sehingga pemesanan pita cukai bisa dilakukan dalam masa transisi," kata dia.

 

(BOW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif