Ilustrasi. (FOTO: dok MI)
Ilustrasi. (FOTO: dok MI)

Defisit BPJS Kesehatan 2019 Diproyeksi Lebih Besar

Ekonomi bpjs kesehatan
Desi Angriani • 21 Agustus 2019 17:40
Jakarta: Menteri Keuangan Sri Mulyani memperkirakan defisit BPJS Kesehatan tahun ini lebih besar dibandingkan tahun lalu. Defisit BPJS 2018 tercatat Rp19,4 triliun atau membengkak 10 kali lipat sejak 2014.
 
"2019 ini akan muncul estimasi defisit yang lebih besar lagi," ujarnya dalam rapat kerja di Komisi XI DPR RI, Kompleks Senayan, Jakarta, Rabu 21 Agustus 2019.
 
Ani menyebut pemerintah sudah menombok defisit tahun lalu sebesar Rp10,3 triliun dari total Rp19,4 triliun. Dari jumlah itu, masih tersisa Rp9,1 triliun atau di luar kemampuan pemerintah untuk menambal defisit itu.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Masih ada Rp9,1 triliun di 2018 yang belum tertutup," jelasnya.
 
Untuk menutupi defisit tahun ini, pemerintah sudah membayarkan iuran bagi 95,96 juta PBI selama setahun pada awal 2019. Anggaran yang dikeluarkan mencapai Rp6 triliun.
 
"Seluruh PBI kita sudah bayarkan keseluruhan supaya BPJS tidak defisit. Hingga hari ini, pemerintah sudah selesai kewajibannya. Tapi BPJS masih kekurangan. Karena itu, muncul tekanan supaya kami melakukan injeksi lagi," ucapnya.
 
Karena itu, Ani meminta badan penyelenggara harus lebih gigih mendisiplinkan para peserta yang tidak membayar iuran. Hal itu dipercaya dapat mengurangi defisit BPJS Kesehatan yang terus membengkak.
 
"Nanti dengan mudah saja datang ke Kementerian Keuangan saja, ini defisit, kan seperti itu yang terjadi sekarang. Lebih mudah menagih dan minta bantuan ke menteri keuangan daripada nagih," tegasnya.
 
Direktur Keuangan BPJS Kesehatan Kemal Imam Santoso menambahkan estimasi defisit BPJS tahun ini mencapai Rp28,5 triliun. Jumlah itu diakumulasikan dari sisa defisit tahun lalu yang sebesar Rp9,1 triliun.
 
"Ini carried dari tahun lalu Rp9,1 triliun plus yang ada tahun ini kan Rp19 triliun," ungkap dia.
 
Kemal pun berjanji akan memperbaiki tata kelola penagihan iuran yang selama ini menjadi penyebab defisit. "Ada hal-hal lain yang harus kita perbaiki, efisiensi, control, risk management, semua," katanya.
 
Berdasarkan data Kementerian Keuangan (Kemenkeu), BPJS Kesehatan mengalami defisit Rp1,9 triliun pada 2014. Jumlah itu meningkat menjadi Rp9,4 triliun pada 2015, dan Rp6,7 triliun pada 2016. Lalu defisit BPJS Kesehatan membengkak dua kali lipat menjadi Rp13,8 triliun pada 2017 dan di 2018 defisitnya menjadi Rp19,4 triliun.
 

(AHL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif