Mentan Syahrul Yasin Limpo memperlihatkan drone karya anak bangsa kepada Mendag Agus Suparmanto. Foto: Medcom.id/Ilham Wibowo.
Mentan Syahrul Yasin Limpo memperlihatkan drone karya anak bangsa kepada Mendag Agus Suparmanto. Foto: Medcom.id/Ilham Wibowo.

Mentan dan Mendag Berkolaborasi Perkuat Ketahanan Pangan

Ekonomi ketahanan pangan kementerian pertanian kementerian perdagangan
Ilham wibowo • 11 November 2019 13:29
Jakarta: Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo memastikan jajarannya bakal lebih banyak membahas teknis di lapangan bersama jajaran Kementerian Perdagangan (Kemendag). Ketahanan pangan nasional bakal diperkuat dengan kebijakan yang tepat.
 
"Saya akan bawa Dirjen ke Kemendag, enggak rapat-rapat tapi workshop dua jam selesai semua, Mendag juga akan bawa staf ke sini, enggak rapat, workshop," kata Syahrul ditemui di kompleks perkantoran Kementerian Pertanian, Ragunan, Jakarta, Senin, 11 November 2019.
 
Syahrul dan Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto telah bertemu empat mata di kantor Kementan untuk bersinergi terutama sektor pangan. Keduanya sepakat mengesampingkan ego sektoral untuk menjalankan arahan Presiden Joko Widodo seperti menjaga inflasi dan ketersediaan pangan.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Yang mana aturannya, yang mana yang enggak bisa kita selesaikan, kita bicara lapangan," ujarnya.
 
Kedatangan Mendag Agus juga dinilai menjadi sinyal yang sangat positif untuk Kementerian Pertanian dalam menguatkan sinergitas. Rencananya dalam waktu dekat Syahrul pun bakal berkunjung ke kantor Kemendag membicarakan beragam hal yang jadi harapan bangsa.
 
"Sesuai arahan Presiden Joko Widodo, ego sektoral antara Kementerian tidak boleh terjadi. Intinya kekuatan negeri ini harus kita optimalkan, dan itu salah satunya hadir dari tangannya menteri perdagangan, terutama dalam mengintegrasikan satu program dengan program yang lain agar tidak terjadi tumpang tindih," katanya.
 
Selain regulasi pembahasan keduanya berkaitan dengan penerapan teknologi. Pemanfaatan peralatan canggih bisa dilakukan untuk mengefisiensikan waktu dan menambah jumlah produksi.
 
"Misalnya dengan drone yang kita miliki penyiraman 500 hektare (ha) hanya membutuhkan waktu setengah jam karena mesin ini sudah menggunakan internet. Dan yang lebih penting, semua mesin dan teknologi ini buatan anak bangsa," ujar Syahrul.
 
Sementara itu, Mendag Agus Suparmanto mendukung upaya Kementerian Pertanian dalam memanfaatkan teknologi sebagai bekal memperbesar jumlah produksi. Kata dia, langkah tersebut perlu mendapat dukungan baik melalui kerjasama maupun perancangan program strategis di sektor pertanian.
 
"Kalau melihat dari banyaknya mesin-mesin yang bagus ini, saya yakin produk dalam negeri bisa meningkat. Untuk itu, kita harus mendukung upaya ini melalui kerja sama yang strategis. Apalagi mesin-mesin pertanian ini merupakan karya anak bangsa," pungkasnya.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif