NEWSTICKER
Direktur Keuangan BNI Ario Bimo. Foto : Medcom/Annisa.
Direktur Keuangan BNI Ario Bimo. Foto : Medcom/Annisa.

BNI Belum Bisa Penuhi Permintaan Jokowi

Ekonomi bni
Annisa ayu artanti • 06 November 2019 15:28
Jakarta: PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) belum bisa langsung menurunkan bunga kreditnya meskipun Presiden Joko Widodo meminta perbankan segera menurunkan bunga kreditnya.
 
Direktur Keuangan BNI Ario Bimo mengatakan sebelum menurunkan bunga kreditnya, BNI harus menurunkan biaya dana atau cost of fund. Saat ini perusahaan secara perlahan tengah mengupayakan penurunan cost of fund.
 
"Pak Jokowi kan baru ngomong, masa langsung bisa terjawab, ya enggak bisa, intinya cost of fund-nya turun dulu," kana Bimo saat ditemui di sela-sela acara Indonesia Banking Expo 2019 di Hotel Fairmont, Jakarta, Rabu, 6 November 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Bimo menjelaskan waktu penurunan bunga kredit saat ini tidak bisa dipastikan seperti yang diperkirakan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) yaitu sekitar enam sampai sembilan bulan.
 
Menurutnya, selama cost of fund belum turun, perusahaan belum bisa memastikan kapan bunga kredit akan turun. Apalagi, likuiditas perbankan saat ini terbagi antara untuk DPK dan SUN.
 
"Balik lagi kalau rule of time kayak gitu kalau likuiditasnya ada. Sekarang kan likuiditasnya enggak ada," ucap dia.
 
Sebelumnya dalam acara yang sama, Presiden Joko Widodo menyindir perbankan-perbankan yang hingga kini belum menurunkan bunga kreditnya.
 
"Saya mengajak memikirkan secara serius untuk menurunkan suku bunga kredit," kata Jokowi.
 
Jokowi membandingkan dengan negara lain yang bunga kreditnya sudah lebih kompetitif. Jokowi pun menunggu perbankan segera menurunkan bunga kredit.
 
"Ah masa? Negara lain sudah 'turun-turun-turun'. Kita BI rate sudah turun, banknya belum. Ini saya tunggu," ucap Jokowi.

 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif