Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki. Foto : MI/Susanto.
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki. Foto : MI/Susanto.

Strategi Menteri Teten Kembangkan UKM dan Koperasi di 2020

Ekonomi umkm
Ilham wibowo • 08 Januari 2020 19:27
Jakarta: Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki optimistis implementasi strategi pengembangan Koperasi dan UKM bisa dirasakan hasilnya pada 2020. Beragam program teranyar telah disusun dari masalah yang ditemui selama ini.
 
"Selama dua bulan ini kami fokus berbenah di dalam dan mulai hari ini sudah siap lari karena program sudah terkonsolidasi," kata Teten di Gedung Smesco Indonesia, Jalan Jendral Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Rabu, 8 Januari 2020.
 
Sejak menjabat pada Oktober 2019, Teten mengaku telah melakukan konsolidasi dengan berbagai pihak mulai dari pelaku usaha, perbankan, pemerintah daerah hingga akademisi untuk mencari strategi terbaik. Pogram-program strategis telah disusun untuk memastikan terjadi percepatan pengembangan koperasi dan UMKM.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ini sejalan dengan arahan Presiden Jokowi untuk melakukan pengarusutamaan koperasi dan UKM dalam pembangunan ekonomi nasional lima tahun ke depan," ungkapnya.
 
Kemenkop UKM juga memastikan perlindungan bagi pelaku usaha l menjalankan kemudahan berusaha melalui penyusunan Omnibus Law. Saat ini sudah dibentuk tim kajian Omnibus Law untuk meninjau semua aturan mulai berusaha, deregulasi perizinan dan insetif bagi KUMKM.
 
"Kami akan menjaga jangan sampai eplaku UKM menghadapi persaingan yang tidak adil dalam pertarungan dengan usaha besar," tuturnya.
 
Teten melanjutkan pihaknya menetapkan tiga pilar strategi nasional yakni kapasitas usaha dan kompetensi UMKM, lembaga keuangan yang ramah bagi UMKM, Koordinasi Lintas Sektor untuk mendukung Ekosistem UMKM.
 
Adapun enam program strategis yakni perluasan akses pasar; meningkatkan daya saing produk dan jasa; pengembangan kapasitas dan manajemen SDM usaha; akselerasi pembiayaan dan investasi; kemudahan dan kesempatan berusaha; dan koordinasi lintas sektor.
 
"Kami telah meminta agar produk UMKM menjadi prioritas pengadaan barang dan jasa di kementerian dan lembaga, BUMN dan pemerintah daerah. Karena itu, segera dilakukan revisi aturan produk yang masuk dalam e-catalog," ujarnya.
 
Kemenkop UKM juga bakal mengembangkan model-model kemitraan antara UKM dan usaha besar untuk produk unggulan di setiap daerah, antara lain udang, kopi, sapi perah, pisang, modest fashion, halal food, home decor, budidaya udang, indigenous product dan lainnya. Termasuk koperasi berbasis komunitas, seperti koperasi mahasiswa, koperasi pesantren dan lainnya. Model kemitraan didukung dengan akses pembiayaan melalui KUR, skema kredit investasi di perbankan, pembiayaan non-bank, pembiayaan lintas K/L CSR BUMN.
 
"Target dalam waktu dekat membangun rumah produksi bersama di sentra industri kecil dan menengah yang melibatkan koperasi, swasta atau pemda. UMKM dapat memproduksi barang secara bersama dengan kualitas dan brand yang kuat," kata Teten yang lama sebagai aktivis ini.
 
Pada tahun ini, pengembangan produk Koperasi dan UKM juga dilakukan di destinasi pariwisata khususnya di lima destinasi wisata super prioritas, yakni Kabupaten Manggarai Barat (Labuan Bajo), Kabupaten Lombok Tengah (Mandalika), Kabupaten Toba Samosir (Danau Toba), Kabupaten Magelang (Borobudur), Kabupaten Minahasa (Likupang). Pengembangan dilakukan denban membangun Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) berikut mengembangkan bisnis model yang berkelanjutan.
 
Teten menegaskan bersama seluruh pelaku dan stakeholder terkait, bertekad mengejar kenaikan kontribusi PDB dan ekspor KUMKM melalui program-program prioritas yang dijalankan. Diproyeksikan pada 2020, potensi kenaikan ekspor KUMKM mencapai 18,12 persen dan PDB UMKM mencapai 61 persen. Juga terkait peningkatan jumlah koperasi modern dan terwujudnya UMKM naik kelas.
 
"Kementerian Koperasi dan UKM siap menjalankan semua program strategis bersama para pejuang koperasi, pelaku UMKM untuk membawa KUMKM Indonesia menjadi pemain dalam pasar dunia dan masuk dalam global value chain," pungkasnya.

 

(SAW)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif