Lion Air Tunggu Surat Pemecatan Direktur Teknik dari Kemenhub

Desi Angriani 31 Oktober 2018 17:27 WIB
Lion Air Jatuh
Lion Air Tunggu Surat Pemecatan Direktur Teknik dari Kemenhub
Presiden Direktur Lion Air Group Edward Sirait. (FOTO: MI/Arya Manggala)
Jakarta: Maskapai Lion Air Grup akan mematuhi keputusan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terkait pembebastugasan direktur dan pegawai teknik Lion Air. Hal ini menyusul jatuhnya Pesawat Lion Air JT610 rute Jakarta-Pangkalpinang.

Presiden Direktur Lion Air Group Edward Sirait mengatakan pegawainya tidak bisa dirumahkan sebelum mendapat surat pemecatan resmi dari Kemenhub.

"Kami akan mematuhi dan melaksanakan apapun arahan dan keputusan dari Kemenhub dan pemerintah. Kita enggak bisa tiba-tiba melakukan sesuatu tanpa dasar hukum," katanya saat dihubungi Medcom.id, Rabu 31 Oktober 2018.

Edward menjelaskan saat ini Lion Air tengah berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan terkait keputusan pemecatan itu. "Karena sekarang belum ada suratnya, kami sedang berkoordinasi dengan Kemenhub tentang statement itu," pungkas dia.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi sebelumnya menyebut pemecatan direktur teknik dan pegawai teknisi Lion Air berlaku mulai hari ini. Mereka segera digantikan oleh direktur dan pegawai teknik baru.

"Kita bebastugaskan supaya diganti dengan orang yang lain, juga perangkat-perangkat teknik yang waktu itu merekomendasi penerbangan itu," ujar Budi di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, Rabu, 31 Oktober 2018.

Selain itu, Kemenhub juga akan memberikan sanksi kepada maskapai berbiaya murah tersebut setelah menerima hasil penyelidikan dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi ( KNKT). Di sisi lain, proses ramp cek khususnya Lion Air juga terus diintensifkan.

"Sanksi yang secara korporasi akan kita berikan setelah ada," tegasnya.

Seperti diberitakan, Pesawat Lion Air JT610 rute Jakarta-Pangkalpinang jatuh di Perairan Karawang, Jawa Barat pada Senin 29 Oktober 2018. Pesawat diprediksi jatuh di ketinggian 2.500 meter.

Pesawat Lion Air take-off pukul 06.20 WIB. Pesawat berjenis Boeing B737 Max-8 itu hilang kontak sekitar pukul 06.22 WIB. Saat kejadian pesawat mengangkut total 189 orang. Sebanyak 178 penumpang dewasa, satu penumpang anak-anak, dan dua bayi dengan dua pilot dan enam flight attendant (FA).

 



(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id