Direktur Utama Pegadaian Kuswiyoto. (FOTO: Medcom.id/Nia Deviyana)
Direktur Utama Pegadaian Kuswiyoto. (FOTO: Medcom.id/Nia Deviyana)

Bisnis Digital Dongkrak Laba Pegadaian ke Rp2,77 Triliun

Ekonomi pegadaian
Nia Deviyana • 25 Maret 2019 12:53
Jakarta: PT Pegadaian (Persero) membukukan laba bersih sebesar Rp2,77 triliun pada 2018 atau meningkat sebesar 10,4 persen dibandingkan 2017 sebesar Rp2,51 triliun. Sementara, laba sebelum pajak tercatat Rp3,66 triliun atau tumbuh 10,7 persen dibandingkan 2017 sebesar 3,41 triliun.
 
Kinerja positif Pegadaian juga ditunjukkan oleh peningkatan aset sebesar 10, 8 persen secara tahun ke tahun atau year on year (yoy), dari Rp48,68 triliun menjadi Rp52,79 triliun. Begitu juga dengan pendapatan usaha yang naik sebesar Rp11,46 triliun dari 10,52 triliun pada 2017.
 
Direktur Utama Pegadaian Kuswiyoto mengatakan kinerja positif ini disokong produk digital yang semakin banyak diluncurkan serta kerja sama dengan pihak swasta dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kami optimistis 2019 kinerja perusahaan akan meningkat seiring dengan prediksi meningkatnya pertumbuhan ekonomi nasional. Karena makin banyaknya varian produk inovatif yang diluncurkan, seperti Pegadaian Digital Service, serta beberapa produk baru juga akan kami perkenalkan dalam waktu dekat ini. Pegadaian juga akan terus membangun berbagai kerja sama dengan berbagai pihak, baik swasta maupun sinergi dengan BUMN," jelas Kuswiyoto saat menjelaskan paparan kinerja keuangan 2018 di Hotel Pullman, Jakarta Pusat, Senin, 25 Maret 2019.
 
Dia menambahkan Pegadaian terus melakukan inovatif produk dan sistem layanan secara online (digital) untuk memenuhi kebutuhan nasabah. Misalnya dalam waktu dekat ini akan segera meluncurkan beberapa produk baru Gadai on Demand yang merupakan program Pegadaian untuk membantu masyarakat agar lebih mudah untuk mengakses layanan perseroan kepada nasabah.
 
Program tersebut akan bekerjasama dengan perusahaan besar berbasis layanan digital.
 
"Jadi nanti bapak-bapak dan ibu-ibu, kalau misalnya mau menggadaikan cincin, tapi tidak punya waktu datang ke Pegadaian, kami kerja sama dengan ojek online untuk menjemputnya, sehingga akan semakin mudah. Barangnya di pickup, diambil di rumah, nanti kita tinggal transfer ke rekeningnya. Jadi tidak perlu datang ke Pegadaian. Gadai on Demand, nanti kita pickup barangnya sama ojol, keren kan?" kata dia.
 
Ke depan Kuswiyoto tetap meningkatkan kinerja gadai sebagai core business, di mana proporsi bisnis nongadai akan semakin ditingkatkan secara progresif. Komposisi portofolio akan berubah dari sebelumnya kinerja bisnis gadai sebesar 84 persen dan non gadai 16 persen, secara bertahap menjadi 60 persen dan 40 persen.
 
"Kami berharap Pegadaian akan terus menjadi perusahaan milik negara yang selalu berkontribusi besar bagi masyarakat dan perekonomian nasional," pungkas Kuswiyoto.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif