Ilustrasi (MI/PANCA  SYURKANI)
Ilustrasi (MI/PANCA SYURKANI)

BI Pastikan Likuiditas Memadai Capai Pertumbuhan Kredit 12%

Ekonomi perbankan bank indonesia kredit
18 Januari 2019 08:18
Jakarta: Bank Indonesia menjamin akan menjaga kecukupan likuiditas agar pertumbuhan kredit industri perbankan mencapai target 10-12 persen secara tahun ke tahun (yoy), di tengah potensi pengetatan likuiditas yang masih membayangi pada 2019.
 
Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara mengatakan BI akan terus mencermati pergerakkan likuiditas di pasar dan menjaga kecukupannya agar tidak terjadi perlombaan penghimpunan dana yang tidak kondusif.
 
"Terkait likuiditas, BI sejak November atau Desember 2018, kami terus melakukan lelang reverse repo. Kami juga beberapa kali di Januari ini melakukan lelang ekspansi namanya term repo, di situ lah instrumen BI melakukan," ujar Mirza, seperti dikutip dari Antara, di Jakarta, Jumat, 18 Januari 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Adapun kondisi likuiditas di Tanah Air 2018 masih dibayangi tekanan jika melihat rasio kredit terhadap pendanaan atau Loan To Deposit Ratio (LDR) sebesar 93 persen di akhir 2018. LDR mengindikasikan ketersediaan dana atau likuiditas bank untuk memenuhi penyaluran kreditnya.
 
Berdasarkan Peraturan Bank Indonesia No. 17/11/PBI/2015 tanggal 25 Juni 2015, mengatur bahwa batas bawah LDR sebesar 78 persen, sedangkan batas atasnya menjadi sebesar 92 persen. Namun, menurut Mirza, LDR atau likuiditas akan membaik dalam beberapa bulan ke depan.
 
Beberapa penyebabnya adalah pertumbuhan kredit yang membaik memancing aliran investasi masuk. Aliran investasi tersebut turut memicu kenaikan Dana Pihak Ketiga (DPK) sehingga melonggarkan likuiditas perbankan.
 
Tahun ini, BI menargetkan DPK perbankan akan naik di rentang 8-10 persen (yoy) untuk membantu pertumbuhan kredit ke 10-12 persen (yoy). "Pemulihan pertumbuhan kredit itu memang nanti akan ada aliran modal masuk lebih lanjut guna mendukung pertumbuhan deposit yang akan mulai meningkat lagi," ujar dia.
 
Di tempat yang sama, Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, selain likuiditas rupiah, BI juga memperdalam pasar keuangan guna mencukupi kebutuhan likuiditas valas. "Kalau likuiditas valas, seperti biasa kita reguler swap valas dan lelang NDF Domestik itu. Kami memberikan signal likuiditas valas juga cukup dan bisa dukung stabilitas nilai tukar rupiah," pungkasnya.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif