Direktur BTN R Mahelan Prabantarikso (tengah). (FOTO: dok BTN)
Direktur BTN R Mahelan Prabantarikso (tengah). (FOTO: dok BTN)

Meliterasi Bisnis Properti ke Generasi Milenial

Ekonomi investasi properti btn
Ade Hapsari Lestarini • 05 Maret 2019 12:26
Jakarta: PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) mengajak generasi milenial melirik bisnis properti dan menjadi wirausaha muda yang sukses dengan menjadi pengembang. Jumlah pengembang berkualitas diharapkan bertambah untuk mengatasi backlog perumahan yang masih besar.
 
Saat ini, backlog perumahan di Jawa Timur (Jatim) yang tercatat sebanyak 909.544 unit menjadi peluang bagi pengembang properti untuk memenuhinya.
 
BTN sebagai bank yang fokus di sektor properti pun Untuk mendukung pemerintah mencapai target-targetnya dengan melakukan sejumlah program. Seperti menjadi Bank Penyalur Fasilitias Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), aktif mengedukasi, serta literasi terkait bisnis properti dan mengembangkan kuantitas dan kualitas pengembang di Indonesia.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Untuk itu BTN menjalin kerja sama dan menggelar workshop atau kuliah umum di sejumlah perguruan tinggi di Indonesia, salah satunya Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).
 
"Literasi properti dan workshop ditujukan bagi para milenial yang duduk di perguruan tinggi untuk memperdalam pengetahuan mengenai peluang dan tantangan bisnis properti agar mereka tertarik menjadi pengembang properti yang saat ini masih sangat dibutuhkan mengingat backlog perumahan di Indonesia masih sangat tinggi," kata Direktur BTN R Mahelan Prabantarikso, dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 5 Maret 2019.
 
Dalam kajian Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah milenial akan mencapai 90 juta jiwa pada 2020. Generasi milenial yang masuk pada usia produktif akan menjadi tulang punggung ekonomi sekaligus menjadi target utama pasar properti Tanah Air.
 
"Ini merupakan peluang, apalagi backlog properti di Indonesia sekitar 11,4 juta unit yang menjadi pekerjaan rumah pemerintah, pengembang properti dan perbankan untuk memperbaikinya," ungkap Mahelan.
 
Khusus untuk pengembang yang kelak akan memasok kebutuhan rumah bagi masyarakat, BTN menggelar pelatihan properti, membuka program Mini MBA in Property serta pendampingan bagi para developer muda yang memulai bisnisnya serta mengawasi proyek properti.
 
"Kualitas pengembang properti harus diperhatikan dan ditingkatkan karena saat ini marak pengembang properti bodong yang asal-asalan menggarap proyek properti yang berpotensi merugikan konsumen,"ujarnya.
 
Di sisi lain, Indeks Harga Rumah atau House Price Index (HPI) meningkatseiring dengan meningkatnya jumlah penduduk, perkembangan sarana dan infrastruktur transportasi permintaan rumah meningkat sementara jumlah lahan untuk perumahan makin tergerus.
 
Pada riset yang dibuat Housing Finance Center BTN, khusus wilayah Jawa Timur, BTN HPI mencapai 181,42 pada kuartal IV-2018.Sementara itu khusus BTN HPI di Malang tercatat 167,71 pada kuartal IV-2018 meningkat 6,95 persen dibandingkan periode yang sama di 2017.
 
Peningkatan HPI di Malang terdorong oleh tingginya backlog atau kurangnya pasokan perumahan dibandingkan kebutuhan rumah. Angka backlog di Malang tercatat sebanyak 18.577 unit. Sementara di Provinsi Jawa Timur backlog tercatat sebanyak 909.544 unit.
 
Sebagai informasi, BTN HPI adalah indeks yang memaparkan perubahan harga rumah yang dibeli konsumen. Berbeda dengan indeks yang dipaparkan institusi lain, HPI yang diracik tim riset Housing Finance Center (HFC) BTN memberikan gambaran lebih rinci mengenai tren pertumbuhan harga rumah yang lebih akurat dengan metode matched sales menggunakan data penyaluran KPR BTN di seluruh wilayah di Indonesia.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif