Industri Pesawat Indonesia Berpeluang Manfaatkan Perang Dagang
Acara penutupan HUT ke-42 PT Dirgantara Indonesia di Bandung, Rabu, 12 September 2018 - - Foto: Medcom.id/ Roni Kurniawan
Jakarta: Industri pesawat terbang Indonesia dinilai memiliki peluang besar dalam mengantisipasi dampak perang dagang antara Amerika Serikat dengan Tiongkok. Potensi ini perlu dimanfaatkan untuk meningkatkan ekonomi nasional. 

"Industri pesawat terbang dan jasa perbaikannya punya potensi paling besar untuk tumbuh, " ujar Direktur Eksekutif Indef Institut Development of Economics and Finance (Indef) Enny Sri Hartati di Hotel Bidakara, Jakarta, Rabu, 28 November 2018. 

Enny mengatakan AS maupun Tiongkok keduanya sama-sama memberlakukan tarif impor pesawat terbang dan perlengkapannya. Karena itu, industri dirgantara Indonesia pun dapat menjadi pesaing utama dalam merebut pasar ini selain Uni Eropa yang belakangan juga mulai diintai oleh AS.

"Keberhasilan Indonesia dalam promosi pesawat terbang R-80 akan mendorong industri ini berperan dalam ekonomi nasional," ungkapnya. 

Sisi positif dari situasi ekonomi global saat ini juga bisa dimanfaatkan untuk peningkatan sektor barang elektronik. Produk buatan Indonesia, kata Enny, bisa dimanfaatkan untuk mengisi celah ekspor ke AS yang semula dipasok dari Tiongkok. 

Lebih lanjut, menurut Enny, investasi di kedua sektor tersebut diyakini akan meningkat seiring dengan output nasional. Permintaan produk dalam jumlah besar dinilai membuat investor tertarik untuk menanamkan modalnya di Indonesia. 

"Pasar yang terbuka bagi Indonesia baik luar negeri maupun domestik akan menjadi faktor pendorong meningkatnya investasi kedua sektor industri tersebut," tandasnya. 





(Des)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id