Alasan Pertumbuhan Ekonomi Terpusat di Jawa

Eko Nordiansyah 06 November 2018 18:54 WIB
ekonomi indonesia
Alasan Pertumbuhan Ekonomi Terpusat di Jawa
Menko Perekonomian Darmin Nasution (Dokumentasi : Setkab).
Jakarta: Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan penurunan harga komoditas membuat pertumbuhan ekonomi hanya terpusat di Jawa. Pasalnya daerah di luar Jawa masih mengandalkan sumber daya alam (SDA) sebagai sumber utama penggerak ekonomi.

"Jadi kalau harga komoditi perkebunan misalnya belum membaik memang luar Jawa itu sedikit akan tertinggal, sedikit. Tapi ya tidak banyak," kata Darmin ditemui di Kementerian Luar Negeri, Jakarta Pusat, Selasa, 6 November 2018.

Dirinya menjelaskan struktur perekonomian di Pulau Jawa memang sudah ditopang oleh kinerja pertanian serta perindustrian. Sementara di wilayah lain di luar Pulau Jawa masih sangat mengandalkan SDA, mulai dari pertanian, perkebunan, hingga pertambangan.

"SDA itu pertambangan sebenarnya mulai membaik, tapi perkebunan belum. Jadi sudah lah enggak usah selalu dilihat perbedaannya ya ini berganti-ganti," jelas dia.

Pada kuartal III-2018, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,17 persen secara year on year (yoy). Struktur ekonomi Indonesia secara spasial didominasi oleh kelompok provinsi di Pulau Jawa dan Pulau Sumatera.

Pulau Jawa memberikan kontribusi terbesar yakni 58,57 persen dengan pertumbuhan sebesar 5,74 persen, diikuti Pulau Sumatera berkontribusi 21,53 persen dengan pertumbuhan 4,72 persen, dan Pulau Kalimantan berkontribusi 8,07 persen dengan pertumbuhan 3,45 persen.

Sementara itu, ekonomi Pulau Sulawesi tumbuh 6,74 persen dengan kontribusi 6,28 persen. Sedangkan Bali dan Nusa Tenggara tumbuh minus 0,65 persen dengan kontribusi 3,04 persen, serta Maluku dan Papua tumbuh 6,87 persen dengan kontribusi hanya 2,51 persen.

 



(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id