Pinjaman Daring semakin Nyaring
Ilustrasi. (FOTO: MI/Panca Syurkani)
Jakarta: Bisnis pinjaman antarpihak (peer to peer/P2P lending) makin menjadi perhatian masyarakat dalam memenuhi kebutuhan finansial. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada medio April lalu menyebutkan, dari sekitar 50 penyelenggara P2P lending, dana pinjaman yang tersalurkan mencapai Rp5,5 triliun.

Direktur Direktorat Pengaturan Perizinan dan Pengawasan Fintech OJK Hendrikus Passagi mengatakan dana pinjaman berbasis teknologi finansial itu setidaknya diterima 1,5 juta debitur di Tanah Air. Sebagian besar dipakai untuk modal usaha mikro.

"Jumlah pinjaman terendah dari salah satu penyelenggara sebesar Rp5.000 digunakan sebagai modal kerja jual beli pulsa retail telepon selular oleh pelaku usaha mikro. Rata-rata nilai pinjaman terendah dari setiap penyelenggara P2P lending sekitar Rp30 jutaan, sementara rata-rata nilai pinjaman dari semua penyelenggara sekitar Rp80 jutaan," katanya kepada Media Indonesia, Minggu, 4 Juni 2018.

Kendati jumlah pinjaman kini terus meningkat dari kisaran Rp3 triliun per Januari lalu, rasio kredit seret (nonperforming loan/NPL) penyelenggara P2P lending justru menurun. OJK mencatat NPL berada di 0,53 persen. Sementara itu, NPL per Januari mencapai 1,2 persen. Hal itu antara lain berkat teknologi mesin cerdas buatan (artificial intelligence machine) yang kian mumpuni sehingga data pengguna semakin valid.

Sebagai salah satu solusi dalam meningkatkan inklusi keuangan di masyarakat, Hendrikus menambahkan, keberadaan model tekfin P2P lending sangat lah signifikan. Hingga akhir tahun ini, berdasarkan permintaan audiensi dan penyampaian dokumen ke OJK, diprediksi ada sekitar 160 tekfin P2P lending yang terdaftar.

Sosialisasi keberadaan platform pinjaman daring itu kepada masyarakat perlu terus dilakukan. Upaya tersebut saat ini diintensifkan pula oleh para pelaku usaha. Salah satunya ialah PT Digital Alpha Indonesia, pengelola platform pinjaman daring Uangteman, lewat perhelatan Roadshow Sosialisasi Fintech Lending Uangteman di 12 kota di Indonesia.

Lewat roadshow itu, CEO of Uangteman Aidil Zulkifli berharap dapat meningkatkan literasi finansial masyarakat, khususnya mengenai keterbukaan informasi terkait dengan risiko pengguna pada tekfin pinjaman daring.

"Kami ingin memberikan alternatif pilihan dan kemudahan akses finansial untuk masyarakat sehingga dapat meningkatkan inklusi keuangan di Indonesia," tutur Aidil di Jakarta, Rabu, 30 Mei 2018. (Media Indonesia)

 



(AHL)