Kolaborasi Bank dan Fintech Percepat Inklusi Keuangan di Indonesia

Desi Angriani 30 Agustus 2018 19:40 WIB
inklusi keuangan
Kolaborasi Bank dan Fintech Percepat Inklusi Keuangan di Indonesia
Executive Vice President PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Kaspar Simutorang. Medcom/Desi A.
Jakarta: Keberadaan layanan keuangan berbasis teknologi atau financial technology/fintech tak lagi menjadi ancaman bagi pertumbuhan ekosistem dunia perbankan di Indonesia. Sebaliknya, kolaborasi keduanya justru mempercepat inklusi keuangan yang lebih sehat.

Hal itu menjadi pembahasan dalam konferensi tahunan The Future of Finance Indonesia di Hotel Ritz-Carlton Mega Kuningan, Jakarta, Kamis, 30 Agustus 2018.

Executive Vice President PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Kaspar Simutorang mengatakan masa depan keuangan Indonesia yang inklusif harus didorong lewat perkembangan layanan keuangan dan teknologi berupa pembayaran digital seperti platform e-commerce, startup maupun fintech. Teknologi ini akan membuka akses bagi unbanked menjadi masyarakat yang memiliki akun bank.

"BRI sudah melakukan itu dengan kerja sama lewat berbagai platform e-commerce dan fintech guna mempercepat inklusi keuangan di Indonesia," katanya kepada Medcom.id.

Saat ini, kata Kaspar, BRI telah menjalin kemitraan business-to-business dengan platform penyedia layanan on demand dan platform e-commerce seperti GoJek, Grab, Bukalapak, Tokopedia dan sebagainya.

BRI menyediakan fasilitas perbankan yang meliputi layanan BRIVA Online, layanan CMS Payment Priority, layanan E-pay, layanan WS Overbooking dan Notification, serta jasa perbankan lainnya.

"Untuk beli barang di e-commerce atau GoJek itu yang harus dibalut dengan account bank. Hampir semua e-commerce kita kerja sama," ujarnya.

Menurutnya kontribusi dari kerja sama perseroan dengan marketplace tersebut mencapai 40 persen dari total market share. Bahkan pertumbuhannya tahun ini berada di atas 18 persen dari tahun lalu. Sebab itu, BRI bakal memanfaatkan peluang dari besarnya potensi digital ekonomi hingga 2022.

"Kontribusi kolaborasi itu 40 persen sisanya dsri internal," imbuh dia.

Co-Founder&Partner Tongdun Technology Jackal Ma menambahkan rendahnya penggunaan kartu kredit  di negara Asia menjadi potensi besar dalam mengembangkan penggunaan layanan keuangan digital. Tercatat, dari total 36 persen pemilik akun bank di Indonesia hanya dua persen yang tercatat menggunakan kartu kredit.

Begitu pula dengan Malaysia hanya 20 persen yang menggunakan kartu kredit dari total 81 persen pemilik rekening. Thailand juga tercatat rendah dengan pengguna kartu kredit sebesar enam persen dari 78 persen pemilik rekening.

"Asia merupakan pasar yang besar untuk menciptakan inklusi keuangan lewat teknologi digital," katanya.

Selain tingginya masyarakat unbanked, negara di Asia juga tercatat memiliki jaringan internet yang lebih rendah dari negara lainnya. Namun mereka justru sangat aktif menggunakan smartphone dan media sosial. Hal ini bisa menjadi peluang bagi para pelaku e-commerce, startup, dan perbankan untuk memberikan kemudahan akses layanan keuangan digital.

"Rata-rata pengguna smartphone di Indonesia sebesar 60 persen dengan kecepatan internet hanya 13,79 mbps, sedangan persentase pengguna Facebook paling tinggi se Asia atau nomor 4 di dunia sekitar 65 persen," pungkas Jackal Ma.

Adapun tokoh dan pembicara yang mengisi konferensi ini adalah CEO & Founder Ztudium Dinis Guarda, salah satu dari 30 orang paling berpengaruh di ruang blockchain di seluruh dunia. Beberapa pembicara lainnya yakni Kepala Urusan Luar Negeri Irwa M Habsjah, Perbanas, serta CEO Banking Reports David Gyori.

Kemudian Wakil Presiden Eksekutif BRI Kaspar Situmorang, CEO Pendiri & Chairman BlockchainMonk Karthi Iyer, Kepala Kemitraan Internasional, Produk & Inovasi, WeBank (Tencent) Tyler Aveni, Founder & CEO PT Cashlez Worldwide Indonesia Teddy Setiawan Tee, dan Chief Transformation Officer Rabobank International Indonesia Michael Hamilton.



(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id