Usai Beras, Pemerintah Bakal Benahi Data Komoditas Lain

Eko Nordiansyah 24 Oktober 2018 18:13 WIB
beraskomoditas
Usai Beras, Pemerintah Bakal Benahi Data Komoditas Lain
Kepala BPS Suhariyanto. MI/ADAM DWI.
Jakarta: Badan Pusat Statistik (BPS) bersama dengan kementerian dan lembaga berencana akan membenahi data produksi komoditas lain. Namun saat ini pemerintah fokus untuk menyelesaikan masalah perhitungan data produksi beras, demi pengambilan kebijakan yang lebih baik lagi.

"Ada harapan ke sana, tapi nanti kami lihat," kata Kepala BPS Suhariyanto dalam konferensi pers di Kantor Pusat BPS, Jalan Dr Sutomo, Jakarta Pusat, Rabu, 24 Oktober 2018.

Saat ini BPS telah mengembangkan metode Kerangka Sampel Area (KSA) untuk menghitung luas panen dengan memanfaatkan teknologi citra satelit. Data ini diklaim lebih baik untuk menghitung data beras yang akan dimulai dari menetapkan luas lahan baku sawah, kemudian luas panen, hingga produksi beras.

Pengembangan metode ini BPS bekerja sama dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR)/ Badan Pertanahan Nasional (BPN), Badan Informasi dan Geospasial (BIG), serta Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN).

Direktur Pusat Teknologi Pengembangan Sumberdaya Wilayah (PTPSW) BPPT Yudi Anantasena menambahkan, salah satu komoditas yang akan dihitung adalah produksi jagung. Namun demikian, perbedaan perhitungan antara beras dan jagung akan menjadi tantangan tersendiri.

"Tahun depan kita coba jagung. Tapi ada beberapa hal yang akan kami coba dalami lagi. Kebiasaan beberapa wilayah, petani nanam jagung dan beras di tempat yang sama. Itu harus ada pendalaman lagi, pengerjaan di 2019," jelas dia.

Tahun ini pemerintah memang fokus pada perbaikan metodologi perhitungan data produksi beras. Hasilnya luas panen Indonesia diperkirakan sampai Desember 2018 adalah 10,90 juta hektar, dengan produksi 32,42 juta ton beras setelah dikonversi dari  Gabah Kering Panen (GKP) ke Gabah Kering Giling (GKG). 

 



(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id