Illustrasi. Dok : MI.
Illustrasi. Dok : MI.

Kenaikan Tarif Kargo Bikin 4 Perusahaan Logistik Tutup

Ekonomi logistik
Nia Deviyana • 27 Februari 2019 19:21
Jakarta: Tingginya tarif kargo udara dinilai memberatkan pengusaha di bidang logistik. Akibatnya, sudah ada empat perusahaan logistik yang terdaftar di Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres (Asperindo) mengalami gulung tikar.
 
"Yang tergabung dengan Asperindo melaporkan ada empat perusahaan yang mengalami kebangkrutan dan akan menutup operasionalnya, yakni dua di Pekanbaru, satu di Palembang, dan satu di Jakarta," ujar Wakil Ketua Umum Asperindo Budi Paryanto usai mengisi diskusi di Hotel Millenium Sirih, Jakarta Pusat, Rabu, 27 Februari 2019.
 
Budi menjabarkan naiknya tarif kargo udara menyebabkan penurunan pangsa pasar antara 30-40 persen. "Kalau daya tahan (perusahaan) bagus bisa bertahan, tapi yang (perusahaan) kecil-kecil ini sudah beberapa yang goyang," ungkap dia, seraya menambahkan ada sekitar 200 karyawan yang terpaksa dirumahkan akibat bangkrutnya perusahaan logistik.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Budi menuturkan pihaknya mulai mencari alternatif dalam menghadapi masalah ini, mulai dari kemungkinan freighter atau sewa pesawat hingga mengalihkan pengiriman barang dari transportasi udara ke darat atau laut.
 
"Kami sedang menyiapkan freighter bekerja sama dengan beberapa airlines untuk kita sewa. Sudah ada tiga airlines yang kita jajaki dan kemungkinan besar awal bulan ini mulai dipergunakan," kata dia.
 
Namun, untuk mengalihkan transportasi dari udara ke darat atau laut, tambah dia, masih menemui sejumlah hambatan.
 
"Sempat terjadi friksi antara anggota kami dengan airlines, karena kami dianggap memboikot. Padahal, ini pilihan bisnis. Ketika kita tidak bisa menggunakan transportasi udara akibat harga yang tinggi, kami harus beralih," tukasnya.
 
Berdasarkan catatan Asperindo, kenaikan tarif kargo bervariasi mulai dari 70 persen hingga 352 persen sejak Juli 2018 hingga 14 Januari 2019.
 
Pada 2018, maspakai Garuda tercatat melakukan kenaikan tarif sebanyak empat kali, yakni Juni, Oktober sebanyak dua kali dan November. Sementara, kenaikan pada awal 2019 sudah terjadi sebanyak dua kali yakni, pada 1 Januari dan 14 Januari.
 
Misal tarif kargo ke wilayah Batam mengalami kenaikan dua kali lipat dari Rp7.500 pada Oktober 2018 menjadi 15.400 pada Januari 2019. Selanjutnya, Medan naik dari Rp8.200 menjadi Rp17.000, Palembang naik dari Rp2.100 menjadi Rp9.500, Jayapura naik dari Rp32.000 menjadi Rp61.500, Makassar naik dari Rp13.500 menjadi Rp28.700.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif