Presiden Jokowi. Foto: Medcom.id/Lis Pratiwi.
Presiden Jokowi. Foto: Medcom.id/Lis Pratiwi.

Presiden Sebut Permintaan Udang Cukup Besar

Ekonomi perikanan
Damar Iradat • 30 Januari 2019 14:39
Bekasi: Presiden Joko Widodo menyebut tambak udang sebagai peluang usaha yang perlu digarap dengan benar. Sebab, permintaan pasar udang baik di dalam maupun luar negeri cukup besar.
 
Hal itu dikatakan Jokowi saat menghadiri panen raya udang vaname di Desa Pantai Bakti, Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Dalam panen raya tersebut, para petani bisa menghasilkan 5 ton udang.
 
Menurut Jokowi, jumlah tersebut awalnya untuk pasar di dalam negeri. Namun, bukan tidak mungkin udang tersebut bakal diekspor ke luar negeri.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Untuk awal, ini untuk pasar dalam negeri. Tapi nanti untuk memenuhi permintaan ekspor, hampir semua negara minta," kata Jokowi di lokasi, Rabu, 30 Januari 2019.
 
Baca: Industri Udang Hadapi Tiga Masalah Jelang MEA
 
Jokowi mengatakan petani udang harus diberi perhatian khusus. Kepala negara tak ingin petani dibiarkan merugi dan kapok untuk beternak udang.
 
Sebab, kata Jokowi, para petani sempat mengalami kerugian. Jokowi turut menebar benih udang pada November 2017, awalnya diperkirakan panen pada Februari 2018. Namun, saat itu gagal karena virus.
 
"Tapi sekarang sudah mulai bisa dilihat kapan dia keluar, kapan dia enggak. Saya kira pembelajaran dari KKP (Kementerian Kelautan dan Perikanan), kelompok-kelompok petani di sini sudah mengerti apa yang harus dikerjakan," ujarnya.
 

(FZN)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif