Foto bersama pegawai Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang tercecer akibat hempasan gelombang tinggi teronggok di Resort Tanjung Lesung, Banten, MInggu (23/12). (FOTO: MI/Susanto)
Foto bersama pegawai Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang tercecer akibat hempasan gelombang tinggi teronggok di Resort Tanjung Lesung, Banten, MInggu (23/12). (FOTO: MI/Susanto)

Kementerian BUMN Koordinasi Proses Evakuasi Korban

Ekonomi kementerian bumn Tsunami di Selat Sunda
Ade Hapsari Lestarini • 24 Desember 2018 08:51
Jakarta: Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akan terus berkordinasi dengan seluruh BUMN untuk memastikan kondisi para pegawainya yang sekiranya berada di sekitar lokasi musibah tsunami Banten dan Lampung.
 
Selain itu Kementerian BUMN juga berkordinasi dengan seluruh pihak terkait untuk mengidentifikasi kebutuhan proses evakuasi, pemulihan kondisi masyarakat serta pelayanan-pelayanan publik seperti energi, perbankan, dan sarana prasarana transportasi.
 
Sekretaris Kementerian BUMN Imam A Putro mengatakan merujuk pada laporan PT PLN (Persero), Minggu sore, 23 Desember 2018, terkait jumlah peserta family gathering yang menjadi korban bencana tsunami, terdapat sebanyak 157 orang, 29 orang meninggal dunia, dan sebanyak 13 orang korban terdata, namun belum ditemukan.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Total keseluruhan peserta gathering sebanyak 199 orang yang terdiri dari karyawan PLN dan anggota keluarganya. Hingga saat ini PLN masih terus mendata dan melakukan upaya pencarian korban," jelas dia, dalam keterangan tertulisnya, Senin, 24 Desember 2018.
 
Menurut Imam, PLN juga telah mengirimkan 36 ambulans untuk membantu proses evakuasi di lokasi bencana. Terkait kondisi kelistrikan pascabencana, saat ini PLN sedang melakukan proses penormalan listrik dengan melakukan perbaikan gardu serta investigasi jaringan.
 
"Terdapat 146 gardu yang sudah berhasil dinyalakan kembali. Sementara gardu yang masih padam yakni sebanyak 102 gardu. Selain itu juga terdapat 41 tiang Saluran Udara Tegangan Menengah (SUTM) roboh akibat diterjang tsunami," tambah dia.
 
Pihaknya pun turut prihatin dan berduka atas terjadinya bencana tsunami yang melanda sejumlah wilayah di Banten dan Lampung.
 
Duka yang mendalam juga ditujukan kepada keluarga besar PLN dan PT Krakatau Steel (Persero) Tbk yang kehilangan insan pegawainya karena menjadi korban bencana tsunami tersebut.
 
"Kami atas nama Pemerintah dan keluarga besar BUMN, turut berduka cita atas musibah tsunami yang menimpa para pekerja PLN dari Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Barat dan Krakatau Steel, juga kepada seluruh masyarakat Banten dan Lampung yang menjadi korban," kata Imam.
 

 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif