Direktur Asetku Andrisyah Tauladan (kanan) Medcom/Husen M.
Direktur Asetku Andrisyah Tauladan (kanan) Medcom/Husen M.

Asetku Akan Luncurkan Produk Syariah Genjot Pendanaan

Ekonomi fintech
Husen Miftahudin • 11 Februari 2019 19:10
Jakarta: PT Inovasi Digital Pintar (Asetku) berencana meluncurkan produk syariah demi merealisasikan target pendanaan hingga Rp500 miliar per bulan pada akhir kuartal II-2019. Rencananya, produk syariah itu akan diluncurkan pada semester kedua tahun ini.
 
"Tahun ini, Asetku juga akan mengeluarkan Asetku Syariah. Kita optimistis tahun ini launching (Asetku Syariah), semoga (terealisasi) di semester kedua," kata Direktur Asetku Andrisyah Tauladan dalam konferensi pers di The Ritz-Carlton Pacific Place SCBD, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Senin, 11 Februari 2019.
 
Menurut dia, potensi pendanaan syariah di Indonesia cukup besar. Hal ini lantaran banyak masyarakat yang kerap menanyakan produk syariah Asetku saat memberikan sosialisasi berupa kegiatan edukasi untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat terhadap finansial teknologi.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Saat kita keliling ke beberapa kota seperti Surabaya, Medan, dan Makassar, ternyata banyak lender (pemberi pinjaman) yang menanyakan produk syariah. Karena pasar syariah luar biasa besarnya dan belum banyak pemain syariah, makanya kita mau maen di situ," ungkap Andri.
 
Saat ini, Asetku tengah berupaya untuk mewujudkan produk syariah. Pasalnya, mewujudkan produk pendanaan syariah memakan proses yang cukup panjang.
 
"Harus melalui Dewan Syariah Nasional, harus punya Dewan Pengawas Syariah (DPS), terus harus persetujuan akad di IKNB-OJK (Industri Keuangan Non Bank-Otoritas Jasa Keuangan). Terus kita harus ke Direktorat Pengaturan, Perizinan, dan Pengawasan Financial Technology OJK untuk mendapatkan izin fintech," bebernya.
 
Selain itu, Asetku juga tengah menimbang metode syariah yang nantinya akan digunakan. Namun demikian, Andri menyebut pihaknya sedang serius untuk menggunakan metode syariah dengan pendekatan mudarabah.
 
"Kita juga masih memilih-milih kontrak apa yang akan digunakan, akad apa yang akan kita gunakan untuk syariah ini, karena pilihannya begitu banyak dan risikonya juga berbeda-beda. Itu yang harus kita analisis dulu, termasuk konsultasi dulu ke DPS untuk di-approve," tutur dia.
 
Selain meluncurkan produk syariah, Asetku juga berencana mengeluarkan produk pemberi pinjaman khusus untuk institusi atau perusahaan. Selama ini, pendanaan yang berhasil dikumpulkan Asetku hanya berasal dari individu.
 
"Sekarang kan baru individu-individu, kita mau supaya perusahaan-perusahaan juga ikut berpartisipasi dalam hal ini. Makanya kita targetnya tinggi," jelas Andri.
 
Selama 2018, dia menjelaskan Asetku berhasil mengumpulkan pendanaan sebanyak Rp200 miliar. "Selama 2018, jumlah lender (pemberi pinjaman) di Asetku hampir 4.000 lender. Sedangkan kalau borrower-nya (peminjam) sekitar 200 ribu," tutup Andri.
 
Asetku merupakan platform peer to peer lending yang berdiri sejak Oktober 2017. Sebagai saudara Akulaku, Asetku menyediakan layanan pinjaman dalam bentuk uang segar. Sementara, Akulaku menyediakan layanan pinjaman dalam bentuk barang yang akan dikreditkan.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif