Pedagang Pasar Tradisional Yogyakarta Dilatih Berjualan Online

21 Oktober 2018 15:31 WIB
pasar tradisionalyogyakarta
Pedagang Pasar Tradisional Yogyakarta Dilatih Berjualan <i>Online</i>
Illustrasi (AFP/ERIC PIERMONT).
Yogyakarta: Puluhan pedagang dari sejumlah pasar tradisional di Kota Yogyakarta dilatih untuk meningkatkan kapasitas yaitu dengan berjualan secara online di samping tetap melakukan aktivitas berdagang di pasar tradisional.
    
"Ini adalah pelatihan pertama yang kami selenggarakan untuk mendukung peningkatan kapasitas pedagang pasar tradisional sehingga mereka mampu berjualan secara online," kata Kepala Seksi Pengembangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Yogyakarta Dwinanto Sujatmiko di Yogyakarta dikutip dari Antara, Minggu, 21 Oktober 2018. 

Dwinanto mengatakan, ada sekitar 80 pedagang yang ditargetkan mengikuti pelatihan berjualan secara online, di antaranya pedagang yang menjual komoditas kerajinan, konveksi, kuliner hingga satwa dan tanaman hias.
    
"Pelatihan ini memang belum ditujukan untuk semua pedagang. Tetapi, kami pilih pedagang yang sekiranya barang dagangan yang dijual lebih mudah dijualbelikan secara online," katanya.
    
Misalnya, lanjut dia, pedagang dari Pasar Beringharjo yang menjual kerajinan dan berbagai produk fashion, atau pedagang Pasar Prawirotaman yang menjual aneka kuliner serta pedagang di Pasar Satwa dan Tanaman Hias Yogyakarta (Pasthy) yang menjual satwa dan tanaman hias.
    
Pedagang diharapkan mampu memanfaatkan berbagai aplikasi untuk mempermudah penjualan secara online misalnya aplikasi pesan antar yang dikembangkan oleh perusahaan start up seperti GoJek atau Grab.
    
"Bisa saja, kuliner yang dijual di Pasar Prawirotaman dimasukkan dalam aplikasi pesan antarmakanan sehingga konsumen tidak perlu lagi repot datang ke pasar," katanya.

Selain meningkatkan kapasitas pedagang dan memperluas pasar, ia berharap, melalui pelatihan berjualan secara online tersebut menunjukkan bahwa pasar tradisional dapat dikelola secara modern dan tidak kalah dengan toko modern lain.   

Sebelumnya, pemanfaatan kemajuan teknologi informatika juga sudah dimanfaatkan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan dalam pemungutan dan pencatatan retribusi pedagang, yaitu dengan menerapkan retribusi elektronik (e-retribusi) dan menggunakan quick response code untuk mencatat retribusi yang sudah masuk ke kas daerah.
    
Melalui e-retribusi, pedagang cukup menempelkan e-money yang mereka miliki ke mesin yang sudah ada di pasar. Namun, e-retribusi tersebut baru dilakukan terbatas untuk pedagang di Pasar Beringharjo dan Pasar Demangan. Quick response code dilakukan untuk mencatat pembayaran retribusi dari pedagang sehingga Dinas Perindustrian dan Perdagangan bisa memantau dengan mudah nilai pendapatan asli daera yang sudah masuk.




(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id