Ilustrasi. (FOTO: MI/Ramdani)
Ilustrasi. (FOTO: MI/Ramdani)

Harus Ada Kebijakan Baru Gantikan Ganjil-Genap

Ekonomi sistem ganjil genap
Nia Deviyana • 01 Januari 2019 09:50
Jakarta: Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) mengatakan sistem ganjil-genap tidak bisa diberlakukan terlalu lama. Pasalnya sistem ini bisa saja memicu masyarakat untuk membeli mobil baru dengan pelat nomor berbeda.
 
"Ganjil-genap enggak bisa terlalu lama. 2019 harus ada kebijakan baru. Apa kebijakannya, ERP yang sedang kami persiapkan," ujar Kepala BPTJ Bambang Prihartono di Stasiun Sudirman, Jakarta, Senin, 31 Desember 2018.
 
ERP yang merupakan kependekan dari Electronic Road Pricing (ERP) merupakan sistem jalan berbayar yang akan diberlakukan pada pengguna kendaraan di seluruh jalan Jakarta yang berbatasan langsung dengan provinsi dan kota-kota lain. Bambang mengatakan, ERP ditargetkan rampung pada akhir 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"ERP sedang disusun masterplan-nya. Ditargetkan akhir 2019 semua selesai," kata dia.
 
Adapun penerapan aturan ini merupakan program jangka panjang pengendalian lalu lintas Jabodetabek agar volume kemacetan berkurang. Untuk jangka pendek dan menengah, kebijakan ini akan berdampingan bersama kebijakan ganjil-genap di sejumlah ruas tol dan jalan protokol di Jakarta.
 
Kendati mekanismenya sedang dipersiapkan, Bambang belum bisa memastikan berapa tarif yang akan diberlakukan. "Hitungannya per kemacetan. Jadi orang yang bikin kemacetan akan didenda terus," imbuhnya.
 
Bambang melanjutkan sistem ERP nantinya akan menggunakan sistem Multi Lane Free Flow (MLFF), di mana kendaraan tidak perlu berhenti untuk melakukan pembayaran tol maupun tarif ERP. Namun, saat ini masih dilakukan studi terkait teknologi yang akan dikembangkan.
 
Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian Perhubungan Sugihardjo sebelumnya mengatakan MLFF tidak bisa menggunakan teknologi yang berbeda di setiap ruas tol karena akan mempersulit mobilitas pengendara.
 
Saat ini, terdapat tiga teknologi MLFF yang bisa diadopsi. Pertama adalah Radi Frequency Indentification (RFId). Teknologi ini dinilai lebih murah dan tidak membebani pengemudi karena tidak memerlukan On Board Unit (OBU).
 
Kemudian teknologi Dedicated Short Range Communication (DSRC) yang diklaim lebih unggul, tetapi berbiaya besar. Penggunaan DSRC juga memerlukan OBU. Teknologi ketiga yakni Global Navigation Satelite System (GNSS). Teknologi ini tergolong anyar dan relatif murah.
 

 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi