Data Beras BPS Surplus, Impor Tidak Diperlukan
Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso (MI/SUSANTO)
Jakarta: Stok yang dimiliki Perum Bulog tercatat lebih dari 2,4 juta ton. Dengan stok yang cukup besar, artinya Perum Bulog siap menjaga tiga pilar ketahanan pangan nasional yakni pilar ketersediaan, keterjangkauan, dan stabilisasi.

"Hal ini menandakan kuatnya stok negeri ini," ujar Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso, seperti dikutip dari keterangan resminya, di Jakarta, Kamis, 1 November 2018.

Stok yang cukup besar ini tidak memadai disimpan pada gudang yang ada, sehingga mengharuskan Perum Bulog menyewa gudang tambahan, baik gudang swasta maupun milik TNI. Hal ini agar beras tersebut terjaga, baik dari sisi kuantitas maupun kualitasnya.

Di sisi lain Perum Bulog harus menjaga stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) pada posisi 1 juta-1,5 juta ton yang tersebar di gudang-gudang Perum Bulog seluruh Indonesia. Stok tersebut siap disalurkan bila sewaktu-waktu dibutuhkan pemerintah baik untuk bencana alam maupun intervensi pasar untuk menjaga stabilisasi harga.

"Sebagai stabilisator harga pangan pokok khususnya beras, Perum Bulog terus lakukan intervensi pasar secara berkesinambungan dengan menggelontorkan beras sebanyak-banyaknya melalui Operasi Pasar (OP). Dengan ini, pangan pokok khususnya beras tetap tersedia dalam jumlah dan kualitas yang baik," ungkap Budi Waseso.



Perum Bulog telah menggelontorkan OP CBP sejak Januari 2018 sampai saat ini sebanyak 384.328 ton, dengan kisaran 2.500 ton per hari. Diproyeksikan, kebutuhan untuk operasi pasar akan mengalami kenaikan tajam menjelang akhir tahun.

"Kami terus pantau perkembangan harga pangan pokok khususnya beras dari hari ke hari supaya intervensi pasar dapat segera kami lakukan dengan menggelontorkan stok CBP dan komoditi komersial yang kami miliki," tegas Budi Waseso.

Badan Pusat Statistik dalam rilisnya menyampaikan bahwa diprediksi Indonesia akan mengalami surplus beras 2,85 juta ton selama 2018. Hal ini sejalan dengan rata-rata serapan 3.000 ton per hari oleh Perum Bulog yang terus melakukan penyerapan terhadap beras petani lokal.

Dengan serapan yang terus menerus dilakukan tersebut, diperkirakan sampai akhir tahun ini stok Perum Bulog mencapai 2,7 juta-3 juta ton sehingga tidak perlu ada kekhawatiran dari pemerintah dan masyarakat bila ada bencana alam dan gejolak harga. Stok yang cukup besar ini menandakan bahwa pemerintah tidak perlu melakukan impor beras.

 



(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id