Kemenperin Dorong Santri jadi Pengusaha
Santri. Ant/Umarul Faruq.
Kediri: Kementerian Perindustrian (kemenperin) mendorong para santri menjadi pengusaha sebagai upaya membantu pemerintah untuk semakin menciptakan peluang kerja bagi orang lain.

"Khusus di Kementerian Perindustrian, kami punya program untuk mendorong kewirausahaaan, untuk menciptakan pengusaha yang tangguh dan biasanya para pengusaha tangguh sebagian besar dari pesantren. Mereka menjadi pengusaha yang baik," kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto saat berkunjung ke Pondok Pesantren Al Falah Ploso, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, dikutip dari Antara, Minggu, 3 Juni 2018.

Ia mengatakan tidak banyak lulusan dari pesantren yang menjadi pegawai negeri sehingga Kementerian Perindustrian mendorong para santri untuk menjadi pengusaha. Pekerjaan itu mulia, sebab ikut serta memberikan pekerjaan pada orang lain.

Pihaknya juga siap memfasilitasi dan memberikan pelatihan bagi para santri. Pelatihan itu sebagai bagian meningkatkan sumber daya manusia (SDM) menjadi lebih baik sebab SDM merupakna tujuan pembangunan di pemerintahan.

Untuk pelatihan yang diberikan, Airlangga juga menyerahkan sepenuhnya ke santri. Jika banyak yang berminat di tata boga, akan diberikan pelatihan tata boga termasuk jika berminat untuk membuat air minum dalam kemasan.

"Kementerian membantu peralatan. Beberapa yang kami lihat bahwa pesantren ini sebagai komunitas dan menciptakan perekonomian internal selain untuk masyarakat. Salah satunya dua pekan lalu di Pasuruan, diresmikan toko swalayan. Pesatren membuat toko swalayan untuk kebutuhan santri dan masyarakat," kata dia.

Walaupun mendorong para santri menjadi seorang pengusaha, pihaknya tetap mengingatkan para santri untuk semakin meningkatkan kepedulian. Masih banyak sesama Muslim di luar negara yang juga membutuhkan perhatian.

Ia juga mendorong agar para santri selalu bersemangat untuk belajar, sebab Indonesia diperkirakan pada 2030 menjadi negara nomor tujuh termaju di dunia. Pada 2030 tersebut, tentunya para santri yang saat ini belajar akan bisa menjadi pemimpin baru. Ia meminta untuk tetap optimistis bahwa Indonesia bisa menjadi negara yang besar.

Sementara itu, KH Nurul Huda, salah seorang pengasuh di Pesantren Al Falah, Desa Ploso, Kecamatan Mojo, mengaku senang sebab rombongan Menteri Perindustrian bisa singgah ke pesantren ini. Berbagai masukan bisa diberikan sehingga para santri termotivasi untuk terus belajar.

"Kebanggaan tersendiri dengan kedatangan dari rombongan menteri. Mudah-mudahan Indonesia menjadi negara yang aman, tenteram, 'gemah ripah loh jinawi', dan pesantren bisa berkembang semakin baik" kata dia.

Ia juga meminta santri untuk selalu bersemangat, berikhtiar, tidak mudah dibodohi tapi menjadi santri yang militan, tegas, berani serta ikhlas. Dengan ikhlas tentunya akan dapat manfaat.

Rombongan Menteri Airlangga datang pada Sabtu sore dengan naik helikopter. Setelah secara simbolis memberikan bantuan mesin pengolah sampah, rombongan pamitan dan melanjutkan perjalanan ke Surabaya dengan naik helikopter.

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id