Pertumbuhan Kredit Baru Meningkat di Triwulan III

Annisa ayu artanti 17 Juli 2018 20:55 WIB
emitenkredit
Pertumbuhan Kredit Baru Meningkat di Triwulan III
Bank Indonesia . MI/ROMMY PUJIANTO.
Jakarta: Survei Perbankan Bank Indonesia (BI) mengindikasikan pertumbuhan triwulanan kredit baru meningkat pada triwulan II-2018.

Dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 17 Juli 2018, Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Agusman mengatakan pertumbuhan kredit itu tercermin dari Saldo Bersih Tertimbang (SBT) permintaan kredit baru pada triwulan II-2018 yang meningkat dari 75,9 persen menjadi 90,3 persen, kemudian naik menjadi 97,6 persen pada triwulan III-2018.

Prioritas utama responden dalam penyaluran kredit baru triwulan III-2018 adalah kredit modal kerja, kemudian kredit investasi, dan kredit konsumsi. Pada jenis kredit konsumsi, penyaluran kredit pemilikan rumah atau apartemen, penyaluran kredit multiguna dan kredit kendaraan bermotor.

Hasil survei juga mengatakan, perbankan diperkirakan akan lebih berhati-hati dalam kebijakan penyaluran kredit pada triwulan III-2018. Hal ini terindikasi dari Indeks Lending Standar triwulan III-2018 sebesar 13,9 atau lebih tinggi dibandingkan indeks pada triwulan sebelumnya yang tercatat 6,6.

Pengetatan penyaluran kredit oleh perbankan dilakukan melalui kenaikan suku bunga kredit dan pembatasan plafon kredit, terutama pada penyaluran kredit investasi dan kredit modal kerja.

Pada triwulan III-2018, kebijakan penyaluran kredit yang akan diperketat oleh responden adalah suku bunga kredit dan plafon kredit. Dua hal itu terindikasi dari kenaikan indeks kebijakan suku bunga kredit dari 3,0 menjadi 11,3 dan indeks plafon kredit dari 2,1 menjadi 8,6. Di sisi lain, responden juga akan memperlonggar perjanjian kredit, agunan, dan persyaratan administrasi
pada penyaluran kredit.

Hasil survei perbankan juga mengindikasikan responden tetap optimis terhadap pertumbuhan kredit 2018. Rata-rata responden memperkirakan pertumbuhan kredit pada 2018 akan mencapai 11,6 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan realisasi pertumbuhan kredit tahun 2017 sebesar 8,2 persen (yoy).

Tingginya optimisme responden terutama didorong oleh perkiraan menguatnya pertumbuhan ekonomi pada tahun 2018, serta pelonggaran kebijakan makroprudensial yang ditempuh Bank Indonesia guna menjaga momentum pemulihan ekonomi dengan stabilitas sistem keuangan yang tetap terkendali.





(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id