BI Sebut Ruang Kenaikan Suku Bunga Acuan Masih Terbuka

Eko Nordiansyah 30 Mei 2018 16:32 WIB
suku bunga
BI Sebut Ruang Kenaikan Suku Bunga Acuan Masih Terbuka
Deputi Gubernur BI Perry Warjiyo. Medcom.id/Eko Nordiansyah.
Jakarta: Bank Indonesia (BI) menyebut ruang kenaikan suku bunga acuan lebih lanjut masih terbuka. Bulan ini saja bank sentral sudah dua kali menaikkan suku bunga BI 7 day reverse repo rate masing-masing 25 basis poin (bps) menjadi 4,75 persen dari sebelumnya 4,25 persen.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan BI terus melihat perkembangan ekonomi dan keuangan domestik maupun global kedepannya. Ini dilakukan untuk memanfaatkan masih adanya ruang untuk kenaikan suku bunga secara terukur.

"Berarti memang probabilitas kenaikan ada, tapi secara terukur. Tapi akan disesuaikan dengan inflasi, global, suku bunga di Amerika Serikat (AS)," kata Perry di Gedung BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu, 30 Mei 2018.

Dirinya menambahkan, dalam rapat dewan gubernur (RDG) tambahan ini BI juga meningkatkan stance kebijakan moneternya. Jika sebelumnya stance kebijakan moneter BI netral, maka sekarang kemungkinan menjadi sedikit bias ketat.

"Sedikit bias ketat, belum ketat. Tempo hari kan lebih ke akomodatif, terus kemudian menjadi netral dan sekarang cenderung ke bias ketat. Ini berdasarkan kepada sejumlah indikator," jelas dia.

Indikator yang akan jadi perhatian BI, antara lain perkiraan inflasi akhir tahun ini 3,6 persen dan defisit transaksi berjalan di bawah 2,5 persen. Selain itu perkembangan ekonomi di Amerika Serikat (AS) seperti kenaikan suku bunga the Fed juga menjadi perhatian bank sentral.

"Oleh karena itu, kami akan melihat untuk bulan akan datang berbagai perkembangan tadi, indikator luar negeri, kemudian dampak fiskalnya terhadap US treasury bond yeild, dan risiko keuangan global, emerging market bond index," pungkasnya.



(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id