Pemerintah Beri Insentif bagi Diaspora Berpredikat Baik yang Pulang Kampung

Suci Sedya Utami 13 Februari 2018 20:23 WIB
diaspora indonesia
Pemerintah Beri Insentif bagi Diaspora Berpredikat Baik yang Pulang Kampung
Menko Perekonomian Darmin Nasution. Dok : Ant.
Jakarta: Pemerintah berjanji akan memberikan insentif bagi diaspora Indonesia yang rela kembali ke tanah air demi mengisi kebutuhan tenaga kerja di beberapa bidang. Diaspora diartikan sebagai warga Indonesia yang menetap di luar negeri. Diaspora bisa juga diartikan sebagai orang yang lahir di Indonesia dan berdarah di Indonesia yang menjadi warga begara tetap ataupun menetap sementara di negeri orang.

Menko Perekonomian Darmin Nasution mengatakan insentif tersebut diberikan bagi diaspora yang berpredikat baik dari sisi hukum. Artinya tak memiliki catatan kriminal dalam hukum.
"Itu hanya untuk orang Indonesia yang ada di luar yang enggak ada kasus hukum loh, jangan nanti dikira orang yang ada kasus hukum boleh dapat insentif," kata Darmin di kantornya, Jakarta Pusat, Selasa, 13 Februari 2018.

Mantan Gubernur Bank Indonesia ini mengatakan insentif yang diberikan bukan dalam bentuk uang. Dia menjelaskan, insentif tersebut yakni terkait kemudahan persyaratan untuk kembali ke Indonesia. "Bukan insentif duit, tapi insentif kalau dia diaspora kita siapkan ada kartu misalkan buat dia enggak perlu bikin KTP," tutur Darmin.

Pemberian insentif bagi diaspora ditujukan untuk mengimbangi rencana pemerintah yang memperlonggar aturan bagi tenaga kerja asing untuk masuk ke Indonesia.

Asisten Deputi Pengembangan Ekonomi Kreatif Kemenko Perekonomian Mira Tayyiba mengatakan, dalam pemberian insentif kepada diaspora, pemerintah mengacu Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 76 Tahun 2017 tentang Fasilitas Bagi Masyarakat Indonesia di Luar Negeri. 

Perpres ini mengatur pemberian Kartu Masyarakat Indonesia di Luar Negeri (KMILN) kepada Masyarakat Indonesia di Luar Negeri yang memenuhi persyaratan dan kriteria tertentu sepanjang tidak memiliki masalah hukum dengan pemerintah Indonesia. 

Pemegang KMLIN yang berstatus warga negara Indonesia (WNI) berhak mendapat fasilitas seperti membuka rekening di bank umum Indonesia, memiliki aset properti di Indonesia. Mereka juga berhak mendirikan badan usaha di Indonesia, dan pemegang KMILN yang merupakan WNI tidak memerlukan adanya izin tinggal atau izin kerja. 

"Untuk diaspora, mereka kan sudah hidup nyaman di luar, apakah kita ngelihatnya Perpres 76/2017 mengenai kemudahan untuk diaspora. Pemerintah kasih insentif apa, lagi kita pelajari supaya bisa menarik mereka (diaspora). Jadi tidak semua dijawab dengan asing," pungkas Mira. 




(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id