Ilustrasi (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra)
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra)

Stabilitas Stok dan Harga Bahan Pangan di Belitung Terjaga

Ekonomi ketahanan pangan
Faisal Abdalla • 24 Desember 2017 05:15
Belitung: Jelang Hari Raya Natal dan Tahun Baru, ketersediaan bahan pangan di Kabupaten Belitung relatif aman. Hal tersebut membuat harga pangan tetap stabil.
 
"Dari pantauan yang kami lakukan di beberapa daerah, stok dan harga pangan jelang Natal dan tahun baru, cukup tersedia dan harganya terkendali," kata Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian, Agung Hendriadi, dalam keterangan tertulis yang diterima Medcom.id, Minggu 24 Desember 2017.
 
Meski begitu, Agung mengatakan distribusi pangan yang masuk ke Kabupaten Belitung harus terus dipantau. Hal tersebut lantaran sebagian besar bahan pangan yang beredar di Kabupaten Belitung didatangkan dari luar pulau.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Masalahnya adalah faktor distribusi dan gangguan cuaca, karena daerah kepulauan seperti Kabupaten Belitung bahan pangannya tergantung dari luar" tambah Agung.
 
Sementara itu, Kepala Dinas Pangan Provonsi Bangka Belitung, Ahmad Damiri mengatakan untuk menjaga stok dan stabilitasi harga pangan pihaknya telah melakukan berbagai upaya.
 
"Kami melakukan pertemuan intensif dengan Tim Satgas, Pangan," ujar Ahmad Damiri.
 
Lenih lanjut lagi, Ahmad mengatakan untuk menjamin kelancaran distribusi pangan, pihaknya menjalin komunikasi intensif dengan para distributor untuk memantau perjalanan distribusi pangan dari satu tempat ketempat lainnya.
 
Dari pemantauan harga pangan pokok strategis di pasar Tanjung Pandan Belitung, beberapa bahan pangan relatif stabil dan tidak banyak mengalami kenaikan dibanding minggu lalu. Bahan pangan itu diantaranya Beras medium dengan harga Rp10.000/kg, daging ayam seharga Rp38.000/ekor, bawang putih Rp25.000/kg, serta cabai rawit Rp30.000/kg
 
"Cabai merah mengalami peningkatan menjadi54.000/kg, yang semula Rp50.000/kg, begitu juga bawang merah semula Rp28.000, menjadi Rp30.000, karena kebutuhan meningkat, dan disribusinya agak terlambat," kata Ahmad.
 
Untuk memberi kemudahan bagi masyarakat memperoleh bahan pangan, Ahmad mengatakan bakal melakukan operasi pasar. Operasi pasar rencananya akan dilakukan dari tanggal 28 sampai 30 Desember 2017.

 

(SCI)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif