Kenaikan Tarif Tol Membebani Pengusaha
Ilustrasi. Ant/Vitalis Yogi Trisna.
Jakarta: Kenaikan tarif sembilan ruas jalan tol yang mulai berlaku 08 Desember dinilai akan membebani para pengusaha Tanah Air.  Penaikan tarif mulai dari Rp500 hingga Rp2.000 tergantung pada golongan kendaraan.

Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan Perkasa Roeslani mengatakan penyesuaian tarif tol akan menambah beban pelaku usaha karena berimbas ke biaya perjalanan harian.

"Mungkin para pengusaha akan protes," katanya di Kementerian Perdagangan, Jakarta, Kamis, 7 Desember 2017.


Menurut Rosan semestinya tarif jalan tol turun setiap tahunnya seperti di negara-negara lain. Tarif tol yang semakin rendah akan memberikan keuntungan bagi masyarakat kelas menengah serta mengurangi beban dunia usaha.

"Kan kita melihat kepentingan secara luas kalau tarifnya makin rendah yang diuntungkan masyarakat, tarif makin rendah dunia usaha yang lewat disitu bebannya juga makin rendah," tutupnya.

Menurut keterangan resminya, ruas tol yang akan mengalami kenaikan adalah ruas Tol dalam kota, Surabaya-Gempol, Belawan-Medan-Tanjung Morawa, Palimanan-Kanci, dan Semarang. Kenaikan tarif ini akan mulai diterapkan pada 8 Desember 2017 pukul 00.00 waktu setempat.

Penyesuaian tarif di lima ruas tol ini tidak terlepas dari penyesuaian per dua tahun yang ditetapkan melalui Undang-Undang Nomor 38 tahun 2004 Pasal 48 ayat 3 tentang Jalan Tol.

Penyesuaian dan evaluasi tarif tol setiap dua tahun ini dilakukan berdasarkan tarif lama yang disesuaikan dengan laju inflasi. Perhitungan usulan tarif tol dilakukan oleh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) yang kemudian dievaluasi oleh BPJT berdasarkan data inflasi dari Badan Pusat Statistik (BPS) selama dua tahun terakhir.



(SAW)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360