Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (tengah) usai memimpin upacara peringatan Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) Tahun 2019. FOTO: Medcom.id/Husen Miftahudin
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (tengah) usai memimpin upacara peringatan Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) Tahun 2019. FOTO: Medcom.id/Husen Miftahudin

Menhub: 30% Penerbangan Dibatalkan Akibat Kabut Asap

Ekonomi kabut asap kebakaran hutan kementerian perhubungan
Husen Miftahudin • 17 September 2019 11:46
Jakarta: Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menyebut sekitar 20 persen hingga 30 persen jadwal penerbangan udara dibatalkan akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sebagian wilayah Sumatera dan Kalimantan. Namun demikian, menurut dia, pembatalan penerbangan itu tidak signifikan.
 
"Yang cancel itu sebenarnya enggak signifikan, 20 sampai 30 persen," ujar Budi, usai memimpin upacara peringatan Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) Tahun 2019 di kantor Kemenhub, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa, 17 September 2019.
 
Dia mengatakan dampak terparah imbas kabut asap terhadap aktivitas penerbangan terjadi di tiga bandara yang ada di Kalimantan Barat (Kalbar). Adapun ketiga bandara itu yakni Bandara Supadio-Pontianak, Bandara Rahadi Oesman-Ketapang, dan Bandara Paloh-Sambas.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara dampak kabut asap di Riau disebut sudah mulai menurun. Namun Menhub Budi enggan lengah, dia terus melakukan koordinasi dengan stakeholder terkait.
 
"Selama ini kita tidak melakukan pelarangan aktivitas penerbangan di sana, tetapi stakeholder kita ingatkan untuk tidak terjadi suatu masalah. Safety nomor satu, fisibilitas kita akan informasikan kepada maskapai agar mereka berhati-hati," tegasnya.
 
Budi menginformasikan kepada maskapai penerbangan untuk tidak melakukan aktivitas penerbangan selama jarak pandang masih bermasalah. Di pagi hari, misalnya, Budi merekomendasikan untuk tidak melakukan aktivitas penerbangan lantaran udaranya berkabut.
 
"Dari Pontiank dari Ketapang sudah diinformasikan sehingga pesawat itu tidak bisa terbang. Kalau sudah di atas pukul 8, pukul 9 (pagi), mereka bisa terbang meski terkadang masih ada kabut. Nah itu terjadi delay lebih panjang," pungkas Budi.
 

(ABD)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif