Ilustrasi/Medcom.id.
Ilustrasi/Medcom.id.

Kementan Dinilai Mampu Padukan Produktivitas dan Waktu Panen

Ekonomi pertanian
Al Abrar • 27 Agustus 2019 14:20
Jakarta: Angka ekspor pertanian diklaim terus meningkat kurun waktu 4,5 tahun terakhir. Melesatnya ekspor setiap tahunnya lantaran Kementerian Pertanian (Kementan) dinilai mampu dalam menggenjot produksi komoditas yang dipadukan dengan waktu kebutuhan.
 
"Ekspor itu bakal terlaksana kalau produksi komoditas tinggi. Terus waktu produksinya diatur, kapan komoditas itu dibutuhkan pada perdagangan dunia," kata pengamat Pertanian dari Institut Pertanian Bogor, Suwardi, Selasa, 27 Agustus 2019.
 
Selain dianggap mampu menggenjot produksi komoditas, Kementan juga dinilai baik dalam menyiasati ekspor. Di saat produksi komoditas lokal meningkat, namun dalam kompetisi perdagangan global tidak tepat waktunya dan bukan masuk kategori layak ekspor, maka Kementan memanfaatkan produksi tersebut untuk kebutuhan domestik.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kementan harus bisa mengoordinasikan antara tingkat produksi dan waktu yang strategis. Di situlah ekspor pertanian dapat meningkat," ucap Suwardi.
 
Mengacu pada data yang tersaji, di 2013 jumlah volume ekspor produk pertanian Indonesia adalah 33,5 juta ton. Kemudian pada 2016 mengalami dua kali kenaikan mencapai 36,1 juta ton dan 40,4 juta ton.
 
Begitu juga pada 2017, ekspor produk pertanian bertambah lagi jumlahnya yakni 41,3 juta ton. Pada 2018, ekspor produk pertanian mampu mengukuhkan jumlah sebesar 42,5 juta ton.
 
Selama periode 2014-2018, jumlah seluruh nilai ekspor produk pertanian Indonesia berhasil mencapai Rp1.957,5 tirliun dengan akumulasi tambahan Rp352,58 triliun.
 
Beberapa waktu lalu, Mentan Amran Sulaiman juga kembali melepas ekspor pertanian ke beberapa negara. Komoditas yang di ekspor antara lain mangga Bali, bunga anggrek putih, bawang merah, kopi serta kakao.
 

 

(ALB)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif