Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo. Foto : Medcom/Ilham Wibowo.
Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo. Foto : Medcom/Ilham Wibowo.

Menjanjikan, Mentan Ajak Milenial Tanam Porang untuk Ekspor

Ekonomi mentan
Ilham wibowo • 19 November 2019 19:34
Semarang: Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menyakini komoditas porang Indonesia makin diminati di pasar ekspor. Peluang ini pun perlu dimanfaatkan para petani terutama kaum milenial lantaran potensinya yang menjanjikan.
 
Pernyataan itu disampaikan Mentan saat melepas ekspor komoditas porang asal Jawa Tengah ke Tiongkok, di Depo Pelindo III, Tanjung Emas, Semarang, Jawa Tengah. Ekspor porang sebanyak 60 ton atau setara dengan Rp1,2 miliar ini melengkapi jumlah eksportasi porang Jateng sebanyak 509 ton sejak awal Januari hingga pertengahan November 2019.
 
"Tren permintaannya di pasar dunia terus meningkat. Saya mengajak petani dan eksportir muda untuk bergabung dan memanfaatkan peluang ekspor porang ini," kata Syahrul melalui keterangan tertulis, Selasa, 19 November 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Para perintis usaha diminta tak ragu menanyakan peluang ini kepada petugas Kementan. Tanaman porang saat ini cocok untuk dijadikan ladang usaha lantaran permintaan di mancanegara yang terus tumbuh.
 
"Pertanian harus berujung pada kebutuhan pasar, baik dalam negeri ataupun pasar dunia. Eksportir juga harus berbagi keuntungan dan petanipun harus penuhi persyaratan mutu agar bisa mendapat nilai tambah," ujarnya.
 
Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan) Ali Jamil mengatakan ekspor porang naik cukup tajam dalam waktu setahun terakhir. Bahan baku kebutuhan pangan dan industri ini juga sangat diminati di pasar Asean, Jepang dan Pakistan.
 
Selaku otoritas karantina, pihaknya juga menjadi penjamin kesehatan dan keamanan porang yang diekspor. Percepatan proses bisnis pun dilakukan Barantan dengan menyiapkan pemeriksaan ditempat pemilik dengan inline inspection.
 
Sementara itu, Gubernur Provinsi Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyampaikan porang atau dikenal oleh masyarakatnya dengan sebutan suwuk ini masih berpotensi untuk terus dibudidayakan. Ia mengharapkan para calon petani porang segera mencari varietas unggul dan cara pemasaran dari para suksesor.
 
“Setelah edamame, melati dan sarang burung walet, kini porang jadi unggulan baru komoditas ekspor asal Jateng," ungkapnya.

 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif