Illustrasi. Dok : AFP.
Illustrasi. Dok : AFP.

Indonesia Siap Balas Uni Eropa

Ekonomi cpo
Ilham wibowo • 14 Agustus 2019 20:38
Tangerang: Pemerintah Indonesia merespons keras tindakan Uni Eropa yang mulai hari ini memberlakukan bea masuk 8-18 persen terhadap eksportir biodiesel Tanah Air. Langkah balasan bakal segera dilakukan.
 
Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita mengatakan dengan dikeluarkan proposal usulan pengenaan bea masuk itu, Indonesia akan menyampaikan respons resmi untuk menyatakan keberatan. Pemerintah Indonesia menganggap metode perhitungan rencana pengenaan bea masuk itu tidak memperhatikan fakta yang diperoleh selama penyelidikan.
 
"Yang pasti kami menyampaikan nota keberatan, dalam selisih waktu lima hari lagi," kata Enggar ditemui usai meresmikan acara acara Indonesia Great Sale di TangCity Mall, Tangerang, Rabu, 14 Agustus 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Enggar mengaku telah berkomunikasi langsung dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla ihwal rencana penyampaian nota keberatan ini. Pengusaha yang berkaitan dengan biodisel pun akan dimintai keterangan setelah melakukan akurasi kerugian yang didapat.
 
"Pengusaha nanti sesuai dengan proses ketentuannya, mereka ekspor dan ada kerugian, baru kemudian nanti dilaporkan untuk antidumping," tuturnya.
 
Enggar menegaskan pemerintah Indonesia juga bisa melakukan hal serupa terhadap komoditas ekspor Uni Eropa. Beberapa produk seperti olahan susu misalnya bakal dialihkan ke kawasan negara di benua Amerika.
 
"Karna itu lah rules-nya, jadi kita resmi dulu sampaikan keberatan setelah lima hari," kata Enggar.
 
Usulan pengenaan bea masuk ini sebetulnya pernah dilancarkan Uni Eropa pada 2013 lalu. Namun akhirnya tidak diteruskan dan Uni Eropa lebih melancarkan pengenaan bea masuk antidumping pada Indonesia yang kemudian dibawa ke Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). WTO kemudian memutuskan untuk memenangkan keberatan Indonesia terkait bea masuk antidumping tersebut.
 
Penyelidikan Uni Eropa dimulai sejak 6 Desember tahun lalu berdasarkan petisi European Biodiesel Board (EBB) yang diawali oleh firma hukum Fidal pada 19 Oktober 2018 kepada Komisi Eropa. Pemerintah Uni Eropa melakukan penyelidikan antisubsidi terhadap impor biodiesel asal Indonesia dengan mengambil lima perusahaan produsen atau eksportir biodiesel.
 
Ada sembilan tuduhan terkait subsidi yang dilayangkan Uni Eropa di antaranya:
 
1. Dana subsidi biodiesel.
2. Larangan ekspor minyak kelapa sawit untuk menjamin suplai di dalam negeri dianggap membuang harga menjadi rendah.
3. Insentif yang diberikan pemerintah pada investasi yang berada di remote area atau wilayah terpencil.
4. Kehadiran Exim Bank yang dianggap sebagai dukungan pemerintah terhadap perusahaan untuk mengekspor kelapa sawit.
5. Pemberian insentif untuk kawasan industri agar berkembang.
6. Pemberian insentif untuk industri baru.
7. Fasilitas untuk impor barang modal.
8. Pengecualian pajak impor barang modal.
9. Pemberian subsidi pada industri atau produsen minyak kelapa sawit.

 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif