Direktur Utama Dahana Budi Antono. Foto : Medcom/Annisa Ayu.
Direktur Utama Dahana Budi Antono. Foto : Medcom/Annisa Ayu.

Perusahaan BUMN Bikin Pabrik Bahan Peledak di Timor Leste

Ekonomi bumn
Annisa ayu artanti • 12 November 2019 15:18
Jakarta: PT Dahana (Persero) akan mulai membangun pabrik bahan peledak di Timor Leste pada 2020. Direktur Utama Dahana Budi Antono mengatakan pembangunan pabrik merupakan upaya ekspansi bisnis perusahaan ke luar negeri. Investasi yang dikeluarkan untuk pembangunan pabrik tersebut sekitar Rp10 triliun sampai Rp15 triliun.
 
"Tahun depan kita akan bangun pabrik bahan peledak di Timor Leste," kata Budi di Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa, 12 November 2019.
 
Sebelumnya, pihak Dahana telah berkunjung dua kali ke Timor Leste untuk membicarakan proyek ini dan rencananya pembicaraan lebih spesifik akan dilakukan dalam waktu dekat di Indonesia.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Tanggal 13 atau 15 November orang Timur Leste ke sini. Negosiasi," ujar dia.
 
Selain untuk memperluas bisnis bahan peledak di Timor Leste, pembangunan pabrik ini bertujuan untuk mensuplai kebutuhan bahan peledak di proyek kuari Tibar Bay Port Dili Timor Leste.
 
Kondisi geografis di Timor Leste terdiri dari lembahan dan pegunungan sehingga untuk membuat pelabuhan yang diproyeksikan menjadi pelabuhan internasional Timor Leste itu dibutuhkan peledak untuk membuat terowongan.
 
"Karena di sana di Timor Leste banyak gunung dari pada bongkar gunung mending buka terowongan," ungkap dia.
 
Selain di luar negeri, kata Budi, Dahana juga memperluas produksi bahan peledak di Tanah Air. Budi menambahkan, perusahaan sedang menggarap dua proyek startegis yaitu pabrik amonium nitrat di Kalimantan Timur dan pabrik spherical powder propelan di Subang, Jawa Barat.
 
Ia menjelaskan, untuk pembangunan pabrik amonium nitrat, Dahana bekerja sama dengan PT Pupuk Kaltim. Nilai investasi pabrik tersebut sekitar Rp1,1 triliun dan diproyeksikan beroperasi pada 2022 mendatang. Pabrik ini ditargetkan dapat memproduksi 75 ribu MT per tahun amonium nitrat dan 60 ribu MT per tahun asam nitrat.
 
Sementara untuk pabrik spherical powder propelan, perusahaan mentaksir nilai investasi sekitar Rp2,3 triliun. Pendanaan pabrik ini didanai oleh Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). Pabrik ini diproyeksikan dapat memproduksi spherical powder propelan 600 ton per tahun dan selesai pembangunan pada 2023.
 
"Jadi PR Dahana ada dua pabrik amonium nitrat dan pabrik propelan," tukas dia.

 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif