Ilustrasi. Foto : MI/Ramdani.
Ilustrasi. Foto : MI/Ramdani.

Nilai Tukar Petani Sulbar Desember 2019 Naik 1,21%

Ekonomi petani
Antara • 05 Januari 2020 07:25
Mamuju: Nilai Tukar Petani (NTP) di Provinsi Sulawesi Barat pada Desember 2019 sebesar 114,04 atau mengalami kenaikan kenaikan 1,21 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
 
Nilai tukar petani (NTP) adalah rasio antara indeks harga yang diterima petani dengan indeks harga yang dibayar petani yang dinyatakan dalam persentase. NTP yang diatas 100 menandakan bahwa petani mengalami surplus. Harga produksi naik lebih besar dari kenaikan harga konsumsinya sehingga pendapatan petani naik lebih besar dari pengeluarannya.
 
"NTP petani Sulbar pada Desember 2019 sebesar 114,04 atau mengalami kenaikan kenaikan menjadi 1,21 persen, dibandingkan NTP November 2019," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Win Rizal di Mamuju, dikutip dari Antara, Minggu, 5 Januari 2020.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia mengatakan, seperti pada bulan sebelumnya, pada Desember 2019, NTP Sulbar masih menempati urutan kedua tertinggi di Indonesia. Menurut dia, NTP menurut subsektor di Sulbar untuk subsektor tanaman pangan (NTP-P) 103,35, subsektor hortikultura (NTP-H) 122,19.
 
Kemudian, subsektor tanaman perkebunan rakyat (NTP-R) 120,71, subsektor peternakan (NTP-T) 108,72, dan subsektor perikanan (NTN) 109,96.
 
"Hasil pemantauan harga konsumen perdesaan menunjukkan terjadinya deflasi perdesaan di Sulbar pada Desember 2019 sebesar 0,22 persen," katanya.
 
Hal tersebut secara umum dipicu oleh indeks harga kelompok bahan makanan yang mengalami penurunan.
 
Inflasi di daerah perdesaan terjadi di 19 provinsi di Indonesia, tertinggi di Jawa Timur sebesar 1,06 persen dan terendah di Riau sebesar 0,04 persen. Sementara itu, 14 provinsi lainnya mengalami deflasi dan Sulbar menempati urutan ke-7 dari 14 provinsi yang mengalami deflasi perdesaan.
 
Untuk skala nasional, NTP Desember 2019 sebesar 104,46, naik sebesar 0,35 persen dibandingkan November 2019, dan mengalami Inflasi perdesaan sebesar 0,28 persen.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif